"tok... tok.. tok.. " suara pintu diketuk. Susan pun segera bangkit dari tempat duduknya dan seraya membuka pintu.
"ia sebentar... "jawabnya pada orang yang mengetuk pintu yang ia yakini itu adalah Jani dan Fandi.pintu pun terbuka ia melihat senyuman khas jani,
"assalamualaikum susan dan mas Rian.. selamat malam, maaf ya aku terlambat,, ujar Jani,ia pun melangkahkan kaki menuju sofa di ruang tamu. sembari menyerahkan bungkusan makanan pada susan.
"aku ganti baju dulu ya sus,, kamu sama mas Rian makan dulu gih, ucapnya lagi sambil berlalu dan masuk kedalam kamar segera berganti pakaian dan segera menuju sofa. ia tidak mau mengganggu sahabatnya kala itu sedang menyantap makan malam bersama kekasih nya. Lalu ia menyalakan tv,walaupun ia tidak menontonnya, malah ia asyik dengan gawainya,
[dek.. mau nitip apa... abang lagi otw kesitu] Jani senyun melihat pesan yang dikirim Fandi.
[apa aja deh bang...]
[apa aja tuh apaan.. abang kan belum tau kesukaan kamu apaan? ]
[cemilan aja bang.. yang gampang aja.. biar abang gak ribet.]
[siap ratuku.. pesanan adek akan siap dalam 30 menit]
[1 lagi bang... nitip hati kamu buat dibawain kesini juga ya.. ]
[orang nya gak mau nih??]
[apaan sih abang,,,udah nyetir nya hati- hati.. gak bawa apa-apa juga gak masalah yang penting abang buruan kesini.. ditambah emot love sepuluh kali]
Fandi tidak membalas pesannya lagi ia kembali fokus pada setirnya.
"bang Fandi gak sama-sama sama kamu tadi Jan.. kemana dulu dia? " tanya susan memgagetkan Jani yang sedang senyum sendiri karena pesan-pesan yang Fandi kirim.
"katanya tadi mau ngambil pakaian gantinya... dia udah otw kesini, dia baru aja kirim pesan sama aku,, nanya aku mau di bawain apa. "
"cie... cie... cie... "ujar Rian menggoda Jani hingga Jani tersipu malu.
"kita masi temenan koq mas Ri. aku aja belum jawab pernyataan cinta nya bang Fandi.. aku masih takut soalnya. " Jani menjelaskan pada susan dan Rian.
***
sementara di rumah mama Lastri,, ia belum bisa tidur karena ingat dengan Jani yang tidak akan pulang malam ini. Ia pun menuju ruang keluarga dan menyalakan televisi untuk menghilangkan kekhawatiran nya pada Jani.
"gimana dia mau kerja di luar kota.. kalo baru semalam dia gak pulang aku khawatir kaya gini... "gumam Lastri pada dirinya sendiri. Dia pun teralihkan dengan siaran televisi yang membuat nya tertawa hingga suara tawanya membangunkan Indra.
"mama belum tidur ma?? tanya Indra yang baru keluar kamar dan menuju dapur hendak mengambil air minum.
"mama belum bisa tidur nak.. jadi mama nonton deh,, suara mama mengganggu kamu ya.. maafin mamaa ya,, kamu tidur lagi gih,,nanti kamu kesiangan. "ujar mamaa Lastri pada Indra.
"ia maa aku mau shalat tahajud dulu,, abis itu mau lanjut tidur. selamat malam maa,, mama juga jangan sampe larut ya,, nanti kalo mama sakit siapa yang ngurusin aku sama adira. ""
"ia sayang.. mama tau.. kalo udah ngantuk mama pasti masuk tidur. "
Indra meninggalkan mama Lastri yang kembali disibukkan dengan acara televisi yang membuat dia tertawa,, tapi kali ini dia menahan ketawanya,, ia tidak mau suaranya mengganggu istirahat kedua anaknya.
***
tok... tok... tok..
"dek bukain pintu dong abang di depan nih. "
Jani yang mendengar suara Fandi di balik pintu, segera bangkit dan membuka pintu.
"ceklek. "
"selamat malam bidadari nya abang, belum tidur ya? nunggu abang pasti ya? "ujar Fandi menggoda Jani.. dan berhasil membuat wajah Jani merona.
"ayok masuk bang.. jani lagi nonton di temenin susan sama mas Rian. " jawabnya sambil menunjukkan jari kearah susan dan rian. mereka pun melangkah masuk Jani lalu duduk di sofa. dan Fandi menaruh barang bawaan nya lalu ia pun duduk di samping Jani.
"cie... cie... cie.. yang gak mau jauh-jauhan.. ia deh kita gak ganggu,,emang ya kalo orang lagi jatuh cinta tuh dunia serasa milik mereka aja, yang lain pada ngontrak.. "seru Susan menggoda Jani dan Fandi setelah melihat Fandi menggenggam jemari Jani.
"Yaelah sus, iseng banget sih gangguin ratu ku ini,, tuhkan dia jadi malu.. kalo abang sih biasa aja,, "cetus Fandi yang merasa kesal susan mengganggu nya dan Jani.
"ini apaan sih Fan,, tentengan mu banyak banget. "tanya Rian sambil membuka kantong-kantong di atas meja.
"itu cemilan yang tadi di pesan Jani, aku kan gak tau selera nya kaya gimana,, jadi aki beli yg ada di minimarket depan tuh,, nih dek,, kali aja ada yang adek suka. "Fandi menyodorkan kantong plastik berisi penuh dengan makanan ringan itu.
"Jani suka koq bang,,, makasih ya udah mau di repotin ama Jani. "ucap nya sembari mengambil makanan ringan dan minuman kaleng lalu membuka nya.
***
ya ampun udah jam berapa nih,, gara - gara siaran komedi itu aku jadi keasyikan deh.. "gumam mama Lastri sambil melirik jam dinding di belakang nya.
"udah jam 2 aja nih... aku harus siapkan bekalnya Indra nih,, biar aku keluarin ayam dari kulkas dulu sambil nunggu jam 4 aku mulai masak buat Indra.Mama Lastri pun segera mengeluarkan ayam yang beku dari kulkas serta merendamnya. dan ia pun kembali ke ruang televisi untuk melanjutkan nonton nya. ia fikir akan menunggu sampai jam 4 pagi,lalu ia akan menyiapkan makanan yang akan di bekal Indra.
"nanggung deh kalo aku tidur biar pagi aja selesai masak dan shalat subuh aku tidur,, batin mama lastti pada diri sendiri. ia pun merebahkan diri di sofa depan televisi. dan melanjutkan menonton siaran televisi yang sedsri tadi dia ikuti.
***
"Dek... "panggil Fandi seketika membuat ketiganya menoleh kearah Fandi.
"gimana jawaban kamu,, abang masih nunggu lho. " tambahnya lagi dengan wajah serius.
Jani pun memandang Fandi,sebelum dia menjawab Susan sudah memotong pembicaraan mereka.
"Jan,, aku sama mas Rian masuk duluan ya,, udah ngantuk banget,, kamu nanti kalo mau bobo di kamar sebelah ya,, kamarnya udah di bersihin,, bang Fandi dienakin aja ngobrol nya, kita duluan ya,, "ucap Susan sembari berlalu dari hadapan keduanya.
"bang,, kita jalanin kaya gini aja dulu ya,, aku nyaman koq kaya gini, biar tanpa status!jelas jani lirih. "tapi abang jangan khawatir, aku tipe wanita setia, gak mungkin bakalan gampang pindah ke lain hati, kalo kita berjodoh pasti Tuhan akan mempersatukan kita. "ucap Jani dengan wajah serius.
"abang sih gak keberatan dek,, yang penting abang selalu dekat kamu aja,, abang ikut kamu aja ratuku. "jawab Fandi ia pun meraih tangan Jani dan menciumi.
"terus gimana dengan tawaran abang buat bantu kamu dek?Fandi bertanya kembali pada jani.
"kalo emang abang bersedia bantu jani, ya silakan aja bang, tapi Jani akan tetap memberikan hak abang,Jani akan melayani abang, abang setuju kan? "
pernyataan Jani mampu membuat Fandi membulatkan matanya tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun.