"sus,sayang kira-kira temen kamu itu mau nerima Fandi gak sih?? "
"aku sih gak yakin mas,, Jani tuh orang nya beda dari yang lain mas,, entahlah dia mau nerima ato gak nya, kita gak bisa ikut campur urusan mereka, "ujar susan.
"kamu cape gak sayang? " tanya Rian lagi pada kekasih nya.
"emang kenapa mas? kamu masi pengen?? gak cukup dua kali tadi aku bikin puas kamu?? " seru Susan. Rian tidak menjawab pertanyaan kekasihmya,, ia malah langsung sibuk mencumbui susan dengan lembutnya. Susan pun sangat menikmati serangan dari Rian, karena bukan hanya menciumi bibir nya saja,, ia menyusur seluruh area sensitif Susan hingga ia menggelinjang kenikmatan
"aahh... mas.. geli ah. "ceracau susan karena kenikmatan yang ia rasakan.Rian pun tidak menunggu lama untuk segera menjebol lubang kenikmatan milik susan,, karena di rasa rudal miliknya sudah mengeras sejak tadi. mereka berdua mengulang kenikamatan yang dilakuakan tadi malam,,
"aaww mas... lebih dalam mas.. "susan mendesah.
"sssssshhhhh"
setelah dirasa mereka sampai di puncak permainan lalu Rian merebahkan diri di samping Susan, nafas mereka masi terengah-engah setelah olahraga malam yang baru saja mereka lalui.
***
"kita jalan-jalan dek,, "
"ya udah aku ambil jaket dulu ya,, takut di luar dingin"Jani setengah berlari ke dalam kamar untuk mengambil jaket miliknya dan bergegas keluar kamar menghampiri Fandi yang sudsh menunggu nya. mereka pun berjalan berdampingan keluar dari apartemen menuju lift yang akan membawa mereka berdua turun.
"dek.. di seberang sana ada strret food,, trus di belakang nya ada angkringan lesehan,, mau kemana dulu?? "tanya Fandi sembari menggenggam jemari Jani dan mengajak nya menyebrang menuju street food.
"Jani ngikut aja bang.kemana abang bawa..Jani ikut deh. " Jawab Jani.
"cie.. kalo semua ngikut abang,, ya kita menikah dan hidup bahagia dek"ujar Fandi dengan wajah tanpa dosa.
"uhuk... uhuk... uhuk.. "
"kamu gak papa dek? "tanya Fandi seraya menggosok punggung Jani,
"tidak usah difikirkan abang cuma bercanda dek,, kalo mau menikah tidak semudah dan secepat itu dek. "ujarnya lagi, sambil meraih jemari tangan Jani dan meminta maaf. Jani pun mengangguk lemah.
"dek,, sebentar kirim kan nomor rekening ya,, biar abang kirim uangnya,, setelah itu kamu harus segera menyelesaikan semua hutang-hutang keluarga mu,"
"bang... "Jani tak kuasa menahan haru nya,, ia pun langsung memeluk Fandi dan menangis.
"jangan menangis sayang,adek tau? abang sudah sayang sekali sama adek,, walaupun perkenalan kita bahkan belum sampai 24 jam,, kamu mau tau kenapa? "tanya Fandi yang berhasil membuat Jani mendongakkan wajahnya keatas dengan mata yang sembab sembari menggelengkan kepalanya.
"karena abang tau,, adek adalah orang yang tepat yang abang cari selama ini,, kamu tau dek?? selama ini abang bekerja banting tulang tapi abang tidak pernah bahagia,, tapi sekarang abang sudah mendaparkan sumber kebahagiaan abang.. yaitu kamu,, jadi jangan menolak pemberian abang ya. "tambah Fandi dengan tegas. tanpa mereka sadari mereka sudah tiba di angkringan yamg mereka tuju.
Fandi pun memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua,lalu melanjutkan pembicaraan nya dengan Jani.
"dan satu lagi yang abang belum beritahukan,, abang sudah membeli unit apartemen tepat di sebelah apartemen Susan,Jadi kapanpun kamu mau tinggal tinggal kasi tahu abang,, nanti abang bantu pindahan ya? "
"bang Fandi apa ini gak terlalu berlebihan ya? "tanya Jani yang masi belum percaya dengan apa yang sudah Fandi lakukan untuknya. tak lama kemudian pelayan sudah datang membawa pesanan mereka dan menata nya diatas meja.
"sudah jangan difikirkan lagi,, lekas makan dan kita pulang buat istirahat.. jangan lupa kirim nomor rekening di Wa abang ya. "
***
"WHOOOAAAAMMM" mama Lastri menguap dan menggeliatkan tubuhnya yang sedari tadi asyik menonton.
"sudah jam 4 pagi,, biar mama siapkan makanan buat Indra,, selepas subuh dia harus siapc siap. "gumam mama Lastri seraya melangkahkan kaki nya menuju dapur, ia ingat daging beku yang ia rendam dalam baskom,, lalu segera menyiapkan bumbu dan bahan-bahan lainnya agar ia bisa memasak dengan segera.mama Lastri pun sibuk dengan memasaknya karena ia ingin sebelum subuh masakannya sudah selesai.
"maa,, lagi ngapain? "tanya Indra
"Eh Indra.. mama sampe kaget,mama lagi masak buat bekal kamu ke jogja nak,, ini udah mau seleaai,, ayo sholat subuh dulu terus sarapan,,abis itu siap-siap ya. " perintah mama Lastri pada putra nya. Indra pun bergegas masuk ke kamar mandi,, ia mandi dan segera melaksanakan sholat subuh.setelah selesai sholat ia pun bersiap- siap berganti pakaian dan keluar untuk sarapan bersama mamanya.
"maa adira gak di bangunin sekalian?"indra di jemput jam 6 pagi ini,,"tanya indra yang sudah duduk di meja makan dan siap sarapan.
"ya udah mama bangunin adira. kamu sarapan aja, biar adekmu mama yang urus,, ini kan hari minggu nak,, mama juga gak jualan. "seru mama Lastri,ia pun beranjak dari meja makan segera menuju kamar anak bungsunya.
"Adira... sayang.. bangun sarapan dulu nak.. abang sudah mau berangkat tuh, nanti kamu nyariin abangmu lagi. "ucap mama Lastri sambil menggoyangkan badan anaknya.
****
Di Apartemen Susan baru saja terbangun karena kedinginan. ia baru saja sadar kalau tidak ada sehelai benang pun di tibuhnya.
"jam 4 pagi ya? " gumam nya sambil melirik ponselnya untuk melihat jam disana.
"mas... ayok mandi dulu sebentar lagi subuh, mas... mas... "seru Susan membangunkan kekasihnya.
"selamat pagi sayang... mas masi ngantuk niiih, 5 menit lagi ya,, mas letih sekali. "jawab Rian meskipun matanya masi tertutup.
"makanya mas,, kalo gak kuat itu jangan minta tambah lagi tambah lagi,, jadinya gini kan? udah yok bangun kita harus mandi dan sholat subuh mas. "ujarnya lagi karena kesal ia pun turun dati ranjangnya menuju kamar mandi,, menyalakan shower dan segera mandi, setelah sebelumnya ia sudah berwudhu untuk memulai mandi besarnya.
***
Fandi dan Jani sedang asyik menikmati makanan mereka sambil bersenda gurau, sampai mereka tidak sadar kalau waktu sudsh menunjukkan pukul 03.00 pagi.
"Dek sudah pagi,, mau pulang sekarang ato gimana?
"ia Bang, kita langsung pulang aja, Jani sudah ngantuk juga, "jawab Jani sambil menutup mulutnya karena sedari tadi terus menguap.
"ya sudah yuk jalan,, abang sudah bayar tadi... tinggal kita pulang,, oh ya adek udah kirim nomor rekening nya? "ujar Fandi
"ia bang ini Jani mau kirim. "jawab Jani sembari membuka aplikasi hijau nya seraya mengirim nomor rekening nya pada Fandi.
"oke,, sampe di apartemen abang kirim ya,, abang lupa handphone abang diatas sofa tadi"
Jani dan Fandi pun melangkahkan kaki mereka menuju apartemen, Fandi memeluk pinggang Jani,, jani pun memeluk lengan Fandi dan mereka berjalan menuju apartemen.
"kita mau pulang ke apartemen susan ato ke apartemen kamu aja? "tanya Fandi begitu mereka tiba di depan lift.
"kita ke apartemen kita aja bang, biar istirahat dulu,, pagi kita ke apartemen susan buat ambil barang-barang barang kita ya bang. "Fandi tersenyum tanpa menjawab apapun hingga di depan apartemen mereka.