Jani dan Fandi pun melangkahkan kaki mereka menuju apartemen, Fandi memeluk pinggang Jani,, jani pun memeluk lengan Fandi dan mereka berjalan menuju apartemen.
"kita mau pulang ke apartemen susan ato ke apartemen kamu aja? "tanya Fandi begitu mereka tiba di depan lift.
"kita ke apartemen kita aja bang, biar istirahat dulu,, pagi kita ke apartemen susan buat ambil barang-barang barang kita ya bang. "Fandi tersenyum tanpa menjawab apapun hingga di depan apartemen mereka.
"silakan masuk sayang. "Fandi mempersilakan Jani setelah ia membuka pintu apartemen nya.
"terima kasih banyak bang. "seru Jani sembari melangkahkan kakinya masuk dalam apartemen.
"abang bersih- bersih dulu ya,, kalo adek mau istirahat, duluan aja,ada baju tidur yang tadi abang sempat beli di butik di lantai dasar, kalo mau adek pakai saja. "ujar Fandi seraya bergegas ke kamar mandi. perlakuan sederhana Fandi padanya mampu membuat air mata Jani menetes karena haru, ia pun semakin yakin jika ia harus segera mengambil keputusan untuk Fandi.
Jani bergegas masuk dalam kamar dan mengganti pakaian yang ia kenakan dengan baju tidur yang sudah Fandi sediakan diatas ranjang nya. lalu ia segera membaringkan badannya karena ia sudah tidak bisa menahan kantuknya lagi. tak membutuhkan waktu lama ia pun terlelap.
Fandi yang baru saja keluar dari kamar mandi ia pun menggelengkan kepalanya melihat Jani yang terlelap tanpa menggunakan selimut. iapun menghampiri Jani dan menutup tubuhnya dengan selimut sambil mengecup kening Jani,, lama sekali ia mengecup kening Jani.
"selamat tidur sayang,, abang sangat menyayangi kamu dek. "
Fandi pun membaringkan diri di bawah selimut yang sama bersama Jani, ia pun tidur sembari memeluk Jani dari belakang karena Jani tidur menyamping kedua nya pun terlelap karena merasa kelelahan.
***
"mas ayok lah jangan lelet deh mas,, sholat dulu lalu sarapan, mas ada pertemuan sama pak Gubernut kan hari ini, jangan bilang kamu lupa ya mas, ini aku udah selesai sholat mas... "rengek Susan karena merasa kesal pada Rian.
"ia sayang mas tidak lupa,, iya.. iya.. mas bangun mandi sholat subuh,, tapi ada syaratnya... "
ujar Rian sambil menggerlingkan matanya.
"syarat apa sih mas,, kamu ini cepetan mandi junub sana baru sholat gak ada syarat apapun ya. "tambah Susan karena kesal.
"gak pokoknya ada syaratnya, abis mas mandi, sholat subuh,, trus sarapan nya mas mau makan kamu aja, gak ada tawar menawar lagi. "ujar Rian sambil berlari ke kamar mandi,,karena ia yakin susan akan melemparinya dengan bantal. Susan pun menggelengkan kepalanya melihat Rian, sembari tersenyum
"mas Rian ini gak bisa apa ya otaknya itu gak m***m? "gumam Susan, padahal dalam hatinya ia sangat bahagia pada kekasih halal nya walaupun mereka hanya menikah siri. Susan pun menunggu Rian sambil memainkan handphone nya,, dia pun menganggukan kepala setelah mendapatkan pesan kalo Jani dan Fandi tidur di unit sebelah.tidak lama kemudian Rian keluar dari kamar dengan wajah yang segar.dia pun menghampiri susan yang sedang duduk di sofa.
"yang, Jani sama Fandi belum bangun ya? "tanya Rian yang belum mengetahui info apapun.
"Jani katanya nginep di unit sebelah di tempat bang Fandi,paling juga bentar lagi udah kesini,ya udah yuk kita sarapan dulu,,aku udah laper mas, "ucap Susan sambil melangkahkan kaki menuju meja makan.
"gak ah,, mas gak mau sarapan itu,, mas mau makan kamu aja"ujar Rian dengan nada manja nya.
"ia mas,, abis ini ya,, aku gak ada tenaga lagi buat layani kamu,, abis makan dulu baru kita lanjut lagi. "bujuk susan pada Rian,, dia sudah tidsk bisa menahan lapar lagi, ia pun langsung mengisi piringnya dengan nasi goreng yang ia masak tadi.
"bener ya,, jangan bohong ya sayang, mas mau ada pertemuan penting,, tapi kalo gak itu dulu,, nanti mas kefikiran jadi gak fokus kan"rengek nya lagi sambil mengisi piringnya dengan nasi goreng.
"ya udah makan dulu mas. "
****
Saat ini Indra dan teman-teman teman sekelasnya sedang berada dalam bus yang akan membawa mereka ke Jogjakarta.
"mohon perhatian nya sebentar anak- anak"ujar Pak Samsul menggunakan pengeras suara
seketika Indra dan teman-teman teman nya mencari sumber suara.
"iyaaa pak guru. " jawab mereka serempak.
"iya anak-anak jadi begini, kami para guru sudah mengadakan rapat pada hari kemarin dan hasilnya sebegai berikut. "ujar pak samsul menjelaskan satu persatu yang menjadi keputusan dalam rapat guru.
"Jadi begitu, nanti bapak dan beberapa guru yang ada didalam bus ini yang akan menjadi pemandu kalian selama kalian berada di Jogjakarta, jadi kami sudah sepakat,, kami akan membagi kalian menjadi 4 kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 6 orang ya,, "ucap pak samsul sembari meraih kertas yang berisi nama-nama muridnya yang sudah di bagi menjadi 4 kelompok, usai membacakan nama- nama lalu pak samsul pun menuju kursi nya dan duduk kembali.
"cie... cie... ada yang seneng nih 1 kelompok sama gebetan.. ehem.. ehem.. "seru Kania ,salah satu teman sekelas Indra.
Dinda yang merasa sedang di goda oleh temannya itu menjadi tersipu karena malu, wajahnya merona ia pun menundukkan wajahnya.
"teman-teman tadi pak samsul sudah membagi kelompok jadi bagaimana kalo kita duduknya diubah sesuai kelompok kita gitu,, gimana pada setuju gak? "Ujar Indra selaku ketua kelas XI IIPA 1.
"setujuuuuu. "teman-teman nya menyahut secara bersamaan. Kelas XI IPA 1 merupakan kelas yang terkenal dengan kekompakkannya, apalagi ketua kelas yang sangat tampan dan menjadi idola teman-teman bahkan kakak kelas mereka.mereka pun saling bertukar tempat duduk, begitupun Indra,, ia berniat akan pindah tempat duduk karena kelompoknya di bagian belakang.
"Dinda aku boleh duduk di sebelah kamu kan,, kebetulan kosong,,? tanya Indra pada Dinda.
"ii-iya silakan In,, duduk aja,, "jawab Dinda, Indra pun duduk di samping Dinda.
"cie... ada yang dag dig dug nih duduk sama babang tampan.. ehem.. ehem.. "cewek-cewek geng modis masi saja mengganggu Dinda,, karena anak- anak sekelas itu sudah mengetahui kalo Dinda menyukai Indra. dan Indra yang tidak mengerti dengan pembicaraan teman-teman nya malah memasang haedset di telinganya, ia memilih mendengarkan musik daripads meladeni godaan dari teman-teman nya.ia pun mengeluarkan kotak berisi cemilan yang di siapkan oleh mama Lastri. ia pun membuka kotak itu dan meyodorkan nyabpada Dinda.
"kamu mau din? "tanya Indra. Dinda pun mengangguk dan mengambil kue dadar gulung,
"makasih ya In,enak banget kue nya. "ucap Dinda.
"iya sama - sama Dinda,, ini kue buatan mama ku,, ambil lagi kalo mau,, aku bawa banyak di tas,nanti kalo mau makan siang bareng aku aja, mama masakin aku bekal lumayan banyak"ujar Indra. Dinda pun mengangguk walaupun sambil menahan gejolak dalam hati nya yang berdebar tak karuan karena berdekatan dengan sang pujaan hati.