cie... ada yang dag dig dug nih duduk sama babang tampan.. ehem.. ehem.. "cewek-cewek geng modis masi saja mengganggu Dinda,, karena anak- anak sekelas itu sudah mengetahui kalo Dinda menyukai Indra. dan Indra pura-pura tidak mengerti dengan pembicaraan teman-teman nya malah memasang haedset di telinganya, ia memilih mendengarkan musik daripads meladeni godaan dari teman-teman nya.ia pun mengeluarkan kotak berisi cemilan yang di siapkan oleh mama Lastri. ia pun membuka kotak itu dan meyodorkan nyabpada Dinda.
"kamu mau din? "tanya Indra. Dinda pun mengangguk dan mengambil kue dadar gulung,
"makasih ya In,enak banget kue nya. "ucap Dinda.
"iya sama - sama Dinda,, ini kue buatan mama ku,, ambil lagi kalo mau,, aku bawa banyak di tas,nanti kalo mau makan siang bareng aku aja, mama masakin aku bekal lumayan banyak"ujar Indra. Dinda pun mengangguk walaupun sambil menahan gejolak dalam hati nya yang berdebar tak karuan karena berdekatan dengan sang pujaan hati.
"ehem.. ehem.. yang di masakin calon mertua.. wituiwiiiwwiiw. "Kania kembali menggoda Dinda,
"Kania tolong jangan ganggu teman mu kasian kan di godain terus begitu,,udah kamu mendingan bantu ibu bagikan kertas karya tulis ini buat teman-teman mu"seru salah satu guru pemandu mereka.
"ia baik bu guru, " ujar Kania sembari meraih plastik berisi kertas tugas itu dan membagikannya pada teman- temannya.
***
"sayang,, dek,, bangun dek, sarapan dulu, ayo udah siang nih,, abang hari ini ada pertemuan sama Rian dan Pak Gubernur, "ujar Fandi membangunkan Jani sambil melirik pada Arloji di pergelangan tangannya. Jani pun menggeliatkan tubuhnya mengerjap-ngerjapkan matanya.
"iya bang, Jani sudah bangun,,abang udah siap? "seru Jani yang masih malas-malasan di atas ranjangnya.
"sayang, temani abang sarapan ya,, abis itu lanjuyin tidurnya lagi. "
"iya bang. "jawab Jani,ia pun menuju wastapel dan mencuci muka serta menggosok giginya.
"maaf ya, abang gak sempat beli makanan di luar,, sarapan seadanya saja ya, jangan marah ya dek"ujar Fandi sambil menyodorkan roti beserta selai dengan macam rasa.
"ini sudah cukup bang, makasih"
"oh ya,, abang sudah kirim uangnya ke rekening kamu, nanti di cek ya, "ucap Fandi,,ia menghabiskan kopi hitam kesukaanmya, lalu bangkit dari kursi menuju wastapel untuk mencuci tangannya, dan meraih Jas serta memakainya. Jani pun mengangguk lalu ia langsung mengecek saldo pada bangking di ponselnya.
"what... 3 milyar?? bang Fandi gak salah kirim kan?? "ucap Jani yang terkejut dengan saldo tabungan yang baru saja ia periksa.
"kenapa sayang? masi kurang,,? kalo kurang nanti sore abang tambah ya dek! abang sekarang lagi buru - buru,, "ucapnya sembari mengecup kening Jani.
"kebanyakan abang,, utang papaku itu cuma 1,8 milyar aja, abang jangan berlebihan deh, Jani transfer balik ya sisanya. "
"no.. no.. no.. abang gak terima penolakan dari Jani, yang sudah abang kirim itu milik Jani, terserah kamu mau pake buat apa,, emang kamu gak mau shooping gitu,ato mau dipake buat modal nya mama kan juga bisa,, "tegas Fandi hingga Jani tak kuasa lagi menahan tangisnya.
"ya udah mandi sana, siap- siap katanya mau ke rumah mama, abang turunin depan rumah kamu terus abang lanjut, entar sore abang jemput ya, sekalian kamu bawa barang-barang barang kamu,, yang penting aja yang di bawa sayang,, baju juga beberapa aja,, biar nanti beli aja ya. "ucap Fandi sambil mengacak- acak rambut Jani. Jani pun bergegas mandi dan bersiap.
"udah bang, ayok nanti abang terlambat. "ujar Jani.mereka berdua pun keluar dari apartemen dsn melangkah menuju lift.
***
Di rumah mama Lastri nampak ia baru saja bangun dari tidurnya, ia terkejut ketika melirik ke arah jam dinding,
"Ya ampun aku tidur sampe jam 8 pagi ini? "gumam mama Lastri, dan ia pun segera beranjak dari tempat tidurnya menuju ruang tengah dimana putra bungsu nya sedang menonton televisi.
"dek, adek dari tadi nonton? udah makan belum? aduh mama minta maaf ya, abis semalam mama gak bisa tidur,, jadinya abis subuh tadi mama ketiduran. "borong mama Lastri pada adira.
"iya maa, adek sudah makan, sudah mandi terus adek nunggu mama sambil nonton, "jawab Adira. tak berselang lama, nampak sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah, membuat Lastri kebingungan,siapa yang ber tamu sepagi ini. Dan ia pun terkejut ketika pintu mobil dibuka dan Jani turun dari mobil mewah itu, nampak pria tampan dengan tubuh atletis yang membuka pintu mobil itu.
"assalamualaikum.. mama "seru Jani mengucap salam sembari mencium punggung tangan mama Lastri, kemudian disusul dengan Fandi.
"assalamualaikum,, tante.,Fandi mau antar Jani,, sebentar sore Fandi kembali buat jemput, soalnya besok Jani sudah harus mulai kerja, ia kan dek"Ujar Fandi seraya dibalas anggukan oleh Jani.
"ya sudah bang, abang jalan gih, nanti terlambat. "
"Tante, Fandi permisi dulu ya, sampai jumpa nanti sore ya, "ucap Fandi sembari berlalu dan masuk ke dalam mobilnya.
sepeninggalan Fandi, mama Lastri masih kaget dan wajahnya seakan meminta penjelasan dari Jani.
"iya maa,, nanti Jani jelaskan sama mama, sekarang kita masuk dulu,, ada yang mau Jani bicarakan sama mama. "ucap Jani sambil memeluk manja sang mama.
"iih.. kakak kaya anak kecil pake peluk-peluk mama segala, awas ya kak,, itu mama nya Adira. "ujar Adira yang mampu membuat Jani dan mama lastri tersenyum dan gemas karena kelucuannya.
"ya udah deh,, kakak kembalikan mama nya adek Adira yang ganteng,, tapi mulai besok jangan kangen - kangen sama kakak ya,, soalnya mulai besok kakak kerja di luar kota, "
"jauh ya kak? adek boleh ikut kakak gak? "tanya Adira dengan polosnya.
"ihh gak boleh ikut,, kakak kan mau kerja, jadi gak bisa bawa adek, "
"ah kak Jani sama Kak Indra sama aja, mau ke luar kota gak bisa ajak adek., sebel ah"remgek adira semakin membuat Jani jadi gemas padanya, sambil mencubit pipi gembul adiknya, dia pun menyuruh adik dan mama nya bersiap-siap karena Jani akan membawa mereka ke Mall.
"Indra kemana emangnya ma? "tanya Jani.
"dia ikut karya wisata ke Jogjakarta sayang, oh ya tadi katanya ada yang mau dibicarakan sama mama, terus mama masi nunggu penjelasan kamu mengenai Fandi. "
"iya ma, jani mau tanya berkas-berkas hutangnya papa itu mama simpan kan? "Ucap Jani.
"ada kok, mama simpan di lemari, sebentar mama ambilkan, mau ngapain emangnya dengan berkas itu.? "tanya mama Lastri dan segera berlalu ke dalam kamar untuk mrngambil berkas yang diminta Jani.
"ini sayang, berkas yang kamu minta, semua lengkap di dalam tas itu. berkas perusahaan papa juga masih lengkap semua. "mama Lastri menerangkan padanya.
"iya ma, jadi gini, mama tadi udah ketemu bang Fandi kan? dia bersedia bantu aku buat bayar semua utang-utang papa, dia juga kasih uang buat modal mama buka rumah makan, mama gak keberatan kan"ucap Jani.
"mama sih gak keberatan sayang., tapi kenapa bisa begitu, utang papa mu itu hampir 2 milyar nak, emangnya dia mau bantu sampe sebesar itu, "
"mama tenang aja, bang Fandi udah transfer uang nya ke rekening aku, sekarang mama siap-siap terus kita selesaikan utang-utang papa dulu, abis itu kita belanja buat persediaan 2 minggu ke depan, jadi selama Jani ke luar kota mama sama adek udah aman, biar aku tenaang kerja nya. "ucap Jani sembari memeluk mamanya.