25 - Tawar-menawar

1372 Words

Tangan dan kaki Naira bergetar hebat, membayangkan betapa kejamnya wanita anggun di hadapannya. Tampilan Bu Litha memang tampak begitu berkelas. Apalagi, wanita itu memiliki darah keturunan Eropa yang kental, membuat aura bangsawannya semakin tampak jelas. Tentang pakaian yang dikenakan pun, terlihat jika itu berasal dari merk-merk yang tak sanggup digapai oleh sembarangan orang. “Katakan saja, berapa yang harus saya berikan padamu agar kamu mau pergi dari Cakra!” ucap Bu Litha. Ah … benar dugaannya. Seperti inilah cara orang kaya akan melenyapkan hama seperti Naira. Ternyata seperti ini juga yang telah membuat hubungan asmara sahabatnya kandas. Dan inilah, yang menjadi awal alasan Naira ingin mendekati Cakra. “Maksud Ibu, Ibu menawari saya uang?” Bu Litha mengangguk. “Ini bukan hal ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD