24 - Hal yang Ditakutkan 2

1735 Words

Naira tahu. Pertemuannya dengan Bu Litha tempo hari adalah sebuah awal dari takdir besar yang akan ia hadapi suatu hari nanti. Pertemuan itu seolah menjadi bom waktu yang membuat ia terus merasa tidak tenang, karena bisa meledak kapan saja. “Everything’s oke, Nay? Kamu jadi murung akhir-akhir ini,” tanya Cakra. Pria itu datang dengan buket bunga mawar merah yang sangat besar guna menghibur kekasihnya. Namun, tampaknya hal itu kurang berhasil. Naira masih tampak murung. Cakra pun tahu, senyum gadis itu tampak seperti dipaksakan. Ada beban berat yang sedang menghinggapi kepala Naira sehingga gadis itu sulit sekali untuk tersenyum akhir-akhir ini. “Kamu mau kopi?” Naira memilih untuk mengalihkan pembicaraan. Ia rasa, tawaran secangkir kopi akan cukup menggiurkan, mengingat Cakra baru saja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD