Empat Puluh Lima

1331 Words

"Sri tidak seperti kebanyakan anak yang lain. Sri tidak mau diadopsi oleh siapa pun, alasannya karena dia tidak ingin berpisah dengan Bunda Alifa yang telah merawatnya selama ini. Anak itu, anak yang periang, cerdas dan menjadi kebanggan bunda Alifa. Sayangnya, dia tidak mau melanjutkan sekolah dan memilih untuk ikut membantu pekerjaan di panti asuhan ini. Sampai pada suatu hari, dia menemukan jodohnya," tutur bunda Ratmi. Marisa mendengarkannya dengan mata berbinar. Sesekali mengusap air matanya. Air mata haru. "Kami ikut menyaksikan pernikahan Sri, walaupun tak ada pesta, kami yakin, Sri sangat beruntung, laki-laki sederhana itu terlihat begitu penyayang dan setia. Mereka sering berkunjung ke sini, kecuali setahun terakhir. Tak ada lagi." "Bisa saya minta alamatnya?" Marisa bertanya ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD