Bab 26 – Lunch Bersama

1976 Words

Miranda mengembuskan napas kasar. Dia menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Tatapan Miranda terus menatap kesal layar ponselnya. Sejak tadi dia berusaha menghubungi nomor ponsel Athes, tapi tidak ada satupun jawaban dari pria itu. Hanya tadi siang Athes mengirimkan pesan pria itu sibuk dengan pekerjaanya. Mau tidak mau Miranda harus berusaha mengerti. Walau tidak bisa dipungkiri Miranda begitu merindukannya. “Miranda.” Suara Helen memanggil Miranda dengan keras, membuat Miranda menghentikan lamunannya. “Helen? Kau sudah pulang?” Miranda mengalihkan pandangannya pada Helen yang baru saja pulang.Ya, hari ini Miranda begitu sibuk dengan pekerjaannya. Sedangkan Helen disibukan dengan belanja seharian.  “Aku ingin memberitahumu sesuatu.” Helen meletakan tasnya di atas meja. Lalu duduk di sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD