#Mohon jangan di baca dulu, karena bab ini masih dalam tahap revisi dan saya akan melakukannya dengan capat# Dor! Satu lagi suara tembakan terdengar menggema. Tubuh Ash pun limbung karena selongsong peluru tepat mengenai kepalanya hingga tertembus. "Kau mau bermain, huh?!" Ucap si gendut bangga sambil tersenyum di sela giginya yang mengigit cerutu "kau mendapatkan perhatianku untuk permainan konyol ini." Don, meraih cerutunya, menghisapnya dalam-dalam kemudian mengembuskan asap cerutu itu kemudian menjilati bibirnya. Dia terlihat sangat bangga karena sudah menghabisi orang gila yang dengan mudah membunuh hampir seluruh anak buahnya yang berjaga di ruangan itu. "D— Don, apa dia sudah mati?" Athaya bertanya takut. "Mana mungkin dia masih hidup dengan peluru yang men

