Dere mulai mengarahkan hand gun tadi tepat ke d**a lelaki yang masih mendekap tubuhnya dengan sebelah tangan. Tersenyum sambil merapatkan mata kelabunya. "Karena aku yang akan menghabisi mereka setelah aku membunuhmu, kakak." Tep. "Maafkan saya, tapi anda tidak bisa melakukan lebih jauh dari ini.". Pria bermata keemasan dengan wajah dipenuhi darah segar yang masih terlihat menetes dari dahinya itu mengambil hand gun dari tangan Dere, menarik Neo ke arahnya dan melempar Dere sejauh yang bisa dia lakukan. Tapi sial, Dere mengeluarkan senjata lain yang dia sembunyikan di ban pinggang celananya, menarik pelatuk revolver itu dengan cepat dan berhasil mengenai pinggang kanan Neo. Ash mendecih, dia tidak tahu kalau Dere menyembunyikan benda berbahaya seperti itu di sana. Tubuh kecil Dere t

