“Aku sebenarnya tidak ada masalah, tapi alangkah baiknya sebelum mengkonfirmasi sesuatu di depan media atau publik harus berunding terlebih dahulu.” ujar Ara seakan menyindir Devan. “Yang dikatakan Ara itu benar.” timpal Ryan menyetujui perkataan Ara. “Iya, aku mengaku salah. Maafkan aku, aku hanya tidak ingin terus berbohong dan terus terlibat dalam settingan ini.” celetuk Devan mengaku salah. “Ya udah sekarang bagaimana? Apa kalian berdua sepakat untuk mengakhiri hubungan pura-pura ini?” tanya Ryan seraya menatap Devan dan Ara bergantian. Ara tampak menunduk diam dan enggan untuk menjawab, ia masih bimbang. Devan sontak melirik orang yang duduk di sebelahnya sejenak yang tampaknya tidak mau menjawab duluan. “Aku ingin ini berakhir.” Ara sontak mendongakkan kepalanya lalu menatap D

