
Terlintas kata kata dari sebuah sinetron " untuk menjadi tentara ada sekolahnya, bahkan untuk menjadi guru juga ada sekolahnya, tapi ga ada sekolah untuk menjadi orangtua yang baik dan benar selain dari perjalanan hidup yang dijalaninya sendiri".
kalimat yang selalu aku ingat setiap kali aku merasa gagal menjadi orangtua, kedua buah hatiku yang lahir dari sebuah keegoisanku dan mantan suamiku menyebabkan luka dalam utk pangeran dan putri cantik kami berdua, hanya karena kesombonganku yang tidak mau dimadu menyebabkan mereka berdua merasakan perihnya tumbuh besar tanpa didampingin sosok seorang ayah disekitar mereka.
Rasa sesal selalu membuat aku memaksakan memanjakan dan menutup mata untuk semua kesalahan yang dilakukan kedua anak anakku, tapi tidak kali ini. Kesalahan yang menyebabkan aku sakit dan kecewa karena mengingat sakit hati seorang ibu yang sudah melahirkanku.
