"Lucu banget papi," seloroh Hanin di sela tawanya. Januar mengiakan, ada kekehan. "Sedang lucu-lucunya memang umur segitu." Lihat, kan? Hanin senggol lengan Januar. "Nakal Mas ngatain orang tua begitu." "Lho. Fakta, kan? Memang lucu." Lelaki itu pun tertawa lagi. Hanin sampai memerah wajahnya saking tergelitik dengan Papi Jaya, juga selorohan Januar. Coba kalian perhatikan. Kalau bisa melihat mereka saat ini, Januar dan Hanin betul-betul sangat akrab. Seolah tidak ada polemik di dalam diri masing-masing yang membuat hubungan jadi terasa palsu. "Jadi, Papi pilih turth atau dare?" Aylin yang lebih dulu mengentaskan tawanya, meski masih terasa geli. "Hayo, hayooo! Nggak bisa kabur. Kalau nggak turth, ya, dare. Nggak ada pilihan dihukum." Julian semprul, dia mengingatkan papinya denga

