61 | Perlu Dilabrak-1

709 Words

"Mama, mau liburan bareng Reynan, Ma." Hanin yang sedang melihat foto kiriman mandor pun menoleh ke arah sumber suara. "Katanya mau ke pantai. Nael mau, Ma. Sama Mama sama papa. Reynan juga sama ibu dan ayahnya. Ya, Ma, ya? Nanti Nael yang bilang ke papa." Oh, apa ini? Soal liburan bersama bukankah sudah batal? Kan, Hanin menunjukkan sikap yang tidak ramah. Bahkan sudah lewat tiga bulan dari pembicaraan pertama waktu itu. "Onti Kila yang ajak?" "Reynan." Nael memainkan jarinya di atas pangkuan sang mama. Yang mana Hanin duduk, Nael berdiri sembari menumpu dagu di paha mamanya itu. "Sayang." Hanin letakkan ponsel, lalu menangkup wajah si kecil, membuat Nael jadi menatapnya. "Mulai sekarang mending jangan terlalu dekat sama Reynan." Nael mengerjap. "Kenapa?" "Nael mainnya sama tema

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD