Just it. Kini, Nael mengangguk lagi. Seketika jantung Hanin berdegup kencang. "Siapa? Siapa yang bilang gitu sama Nael?" Siapa sosok yang mengatakan bahwa Hanin kesusahan merawat anak ini? Dan siapa yang berseru agar Nael mencari ayahnya? Papi? "Nenek ...." Damn. Jantung Hanin serasa direnggut paksa dari tempatnya, lalu dibuang ke lambung. Dan itu menyakitkan. Memang kalau bukan Papi Louis, ya, tidak jauh dari Mami Yusi atau para kakak Hanin. Karena dalam hidup ini, siapa lagi orang yang paling membenci kehadiran Nael Shandika? Sejak anak itu masih di dalam kandungan, bahkan masih berbentuk segumpal darah ... Nael tidak pernah diinginkan oleh keluarga Lavoie. "Kapan nenek bilangnya?" Suara Hanin tercekat, yang dia telan salivanya susah payah. Kelat sekali. Sementara, air mata mak

