Maaf .... Maafin Mama. Yang hanya mampu Hanin loloskan dalam hati saja. Sembari dia kecup-kecup kepala sang putra. "Nael kesayangan Mama. Jangan pernah percayai omongan yang seperti nenek bilang itu. Oke?" Nael mengangguk pelan. Ini sudah dua bulan berlalu dari kejadian Hanin dapat kabar Nael dibawa Papi Louis, tetapi baru sekarang dia dengar apa yang terjadi saat itu. Mungkinkah ... Kak Aylin, Papi Jaya, dan Mami Rea tahu, tetapi tidak memberi tahunya secara menyeluruh? Hanya sebatas soal Nael nangis. Apa Januar juga tahu? Lalu sama-sama memilih tidak mengabarkan detailnya ke Hanin. Tapi kenapa? Ini, kan, tentang anaknya. Dan yang pasti, Hanin harus pergi ke rumah papi-mami untuk— "Mama ...." "Hm?" Sudah sumbang sekali suara Hanin. Dan narasi dalam benaknya terpangkas. "Mau, ka

