Yebin melangkah dengan pasti sambil memegang sebuah tongkat bila baseball yang terbuat dari besi di tangan kanannya dan sebuah cat semprot di tangan kirinya. Tak ia perdulikan rasa sakit yang menyengat di bagian bawah tubuhnya. Begitu sampai di parkiran apartemen Woojin, ia tersenyum licik ke arah CCTV. Ia meletakkan cat semprotnya ke lantai. Lalu tanpa aba-aba mengayunkan tongkat baseballnya ke arah mobil Woojin yang terparkir di parkiran itu sehingga alarmnya berbunyi. Ia memukul mobil itu berkali-kali, tanpa ampun. Badan mobil itu mulai penyok dan kacanya pun pecah. Setelah cukup puas, ia mengambil cat semprotnya dan menyemprot mobil Woojin. Membuat tulisan 'Kita impas' di badan mobil itu. Yebin tersenyum senang melihat hasil pekerjaannya. Ia kembali menghadap ke arah CCTV. Namun kali

