Jaehoon menatap mata istrinya yang berkaca-kaca. Tangannya terulur untuk menyentuh wajah Yebin, namun Yebin menepisnya. Jaehoon mengerti istrinya marah, "Yebin-ah, bila kau ingin memiliki keturunan dariku hanya karena kau takut aku akan meninggalkanmu, itu takkan terjadi. Harus kukatakan berapa kali lagi padamu? Aku takkan pernah meninggalkanmu. Woomin masih terlalu kecil untuk memiliki seorang adik. Ia tanggung jawab kita sekarang dan ia memerlukan perhatian darimu. Belum lagi masalah kuliahmu. Bila kau hamil, bagaimana dengan kuliahmu? Bagaimana dengan Woomin dan Yoohan? Apa kau tak memikirkan hal itu? Ini bukan berarti aku tak ingin kau mengandung anakku selamanya, tidak sama sekali. Bukankah kita sudah tahu kalau aku bisa bereaksi padamu bila menggunakan obat? Kita bisa melakukannya la

