001: Terbangun di dunia lain dan skakmat
Aku terbangun tengah malam di sebuah kamar mewah. Tempat yang asing dan bernuansa barat. Semua dekorasi di kamar ini membuatku tidak nyaman. Terkecuali satu hal yang mataku tangkap familiar.
Sebuah lukisan yang dibingkai di dinding kamar. Di dalamnya terdapat sosok pria berambut pirang bermata biru yang tampan dan sempurna. Wajah tampan indah sempurna yang bukan milikku.
PING!!
[Transmigrasi sukses]
!! H, Huh? A, Apa ini?
Tiba-tiba, sebuah layar biru muncul dihadapanku. Aku membaca kata 'transmigrasi' berulang kali. Tenggorokanku menjadi kering. Firasatku memburuk seketika aku menemukan diriku dalam skenario yang sangat tipikal dalam novel bertema isekai.
Ini tidak mungkin terjadi kan? Aku- Seorang pemuda berusia 20an yang tak bersalah bertransmigrasi kedalam sebuah novel?!!
[Selamat datang di cerita 'The Evil Lady Second Chance', pembaca]
Apa kau bercanda?! Dosa apa yang kuperbuat sampai aku harus masuk ke dalam cerita ini?!! Aku bahkan tidak meminta nyawaku diakhiri di kehidupan lamaku.
[Integrasi dan skenario telah disiapkan. Hans Miles Caulfield, selamat datang!]
Hans.. Ca.. Caul..
[Terimakasih sudah datang. Kami akan mengusahakan yang-]
"UWAAAAAAAHHH!!! APA KAU GILA?!! AKU MENJADI SI BR***SEK ITU?!!"
[Kami akan menemui anda di akhir ceritanya. Selamat menikmati putra mahkota]
Kakiku berlari ke depan cermin. Melihat wajahku persis seperti pria di dalam lukisan. Aku menjadi Hans?! MENGAPA?!!
TAP, TAP, TAP.. BRAKK!!
"Pangeran Hans- Apa yang terjadi?! Apa kau baik-baik saja?"
Seorang pelayan masuk tergesa-gesa. Terperanjat, aku mundur mendadak dan berada dalam posisi siap menyedang siapapun yang mendekatiku.
"P, Pangeran.. tenanglah.."
"Menjauhlah 3 meter dari ku!"
Aku tidak percaya ini. Ini pasti sebuah mimpi. Jikalau ini adalah kenyataan, aku tetap akan mengakui ini sebagai mimpi.
Aku tidak ingin hidup dalam cerita ini. Aku bahkan tidak sukarela membaca novel ini jika adikku tidak memaksaku. Aku hanya membacanya agar bisa bebas dari hasutannya. Dari dalam hatiku, aku membenci novel ini.
Siapa yang menginginkan hidupnya berakhir di tiang gantungan?! Tidak ada yang menginginkan itu?!! Author, kenapa kau begitu kejam?!
Apa kau berkomplot dengan sistem s****n yang mengirimku kemari?!!
"Pangeran Hans.. Apa kau.. tidak apa-apa?"
"....."
Ok, aku mengerti. Aku harus tenang. Di mata orang lain aku pasti kelihatan gila. Sistem dan author novel ini tidak akan menjawabku sebelum aku mengakhiri cerita ini. Aku tidak punya pilihan sepertinya.
"Aku baik-baik saja. Pergilah"
——Apapun caranya aku harus kabur dari cerita.
*****************
Kicauan burung terdengar di telingaku. Cahaya matahari menembus tirai kuning muda. Semalaman aku tidak tidur. Memikirkan bagaimana nasibku dan hanya ada satu kata yang muncul di benakku.
——MAMPUS!!
Aku tidak bisa berpikir jernih. Apa yang harus kulakukan? Aku tidak sepintar karakter novel yang biasanya bertransmigrasi. Aku tidak mempunyai rencana. Apakah aku bisa selamat dari kematian?
"Haaa.. aku sangat capek. Belum mulai bab 1 saja aku sudah hampir pasrah"
... Benar. Ceritanya baru saja dimulai. Hari ini adalah hari pertama Regina Forte kembali ke masa lalu. Dia sudah membulatkan tekadnya untuk membalas dendam.
Parahnya, hari ini adalah hari dimana aku harus dimana aku harus pergi menemuinya karena dia adalah tunanganku. Sungguh merepotkan.
Yah.. mengubah pikirannya adalah hal terakhir yang bisa kulakukan. Mungkin aku harus berpura-pura gila untuk kabur? Atau mungkinkah aku memlasukan kematianku?
Lupakan. Otakku buntuh. Sebaiknya aku bersiap-siap saja hari ini. Aku harus mandi.
.
.
.
Tapi dimana kamar mandinya? Ini sudah jam 6 tetapi belum ada pelayan yang datang. Apakah para pangeran biasanya bangun siang?
Tsk, aku adalah tamu dunia ini tapi mengapa aku yang harus melakukan semuanya? Dasar sistem tidak berguna!
"Apa aku tidak diberikan bonus?"
[Sistem ini tidak memiliki bonus tetapi sistem ini sudah memberikan hadiah selamat datang.]
Hadiah selamat datang? Mengapa kau baru muncul sekarang? Tidak bisakah kau memberikan tahuku lebih cepat?
[1. Sabun, sampo, dan parfum yang tidak pernah habis.
2. Kemampuan untuk mengerti dan membaca semua bahasa di dunia ini.
3. Tidak bisa menggunakan atau menerima sihir sama sekali.
Selamat menikmati waktu mandinya!!]
PING!!
Seberkas cahaya membutakan mataku seketika layar biru didepanku menghilang. Berkedip berulang kali, aku lalu menemukan diriku berada di kamar mandi mendadak bersama perlengkapan mandi yang diberikan sistem.
Itu mengejutkan. Aku tidak bisa berkata-kata. Untuk saat ini, aku tidak tahu apakah aku harus berterimakasih kepada sistem atau menangis karena dia membantuku seminimal mungkin.
Dia membawaku ke kamar mandi. Mungkin dia tidak seburuk yang kukira. Namun..
"... Apa kamar mandi di dunia ini begitu kosong?" Gumamku, melihat ke sekelilingku terasa hampa. Aku hanya menemukan sebuah bak mandi, cermin, dan toilet jongkok. Selebihnya adalah dekorasi mahal yang tidak berguna.
Sabun, sampo.. Aku tidak melihat ada satupun keperluan mandi yang tersedia disana. Apa mereka tidak mandi dengan sabun?
Dilihat dari latar cerita ini, aku tidak yakin dengan kehigenisan mereka. Sabun mereka mungkin tidak sebersih sabun di dunia asalku. Aku harus berterimakasih pada sistem untuk ini.
"Ah, benar. Sebaiknya aku bergegas. Aku tidak ingin ketahuan para pelayan atau mereka akan menganggapku gila lagi"
.
.
.
Atau begitulah pikirku sebelum aku menemukan penampilan Hans yang berubah sewaktu aku melihat refleksiku di cermin.
Rambut cokelat kayu dan mata serasi dengannya. Wajahnya terlihat sedikit berubah dan tidak setajam penampilan Hans yang ku kenal.
Itu mengingatkanku akan satu bagian dalam ceritanya. Hans adalah pangeran yang sangat ahli dalam sihir. Berkat hadiah ke-tiga sistem, semua sihir yang ada padanya dibatalkan.
'Hans adalah anak dari istri pertama raja tidak seperti adiknya yang lahir dari istri kedua. Secara sah, ia adalah putra mahkotanya. Meskipun begitu, ia tetap gelisah. Takut akan posisinya dirampas sebab ia memiliki penampilan yang tidak mirip dengan raja melainkan ibunya. Oleh karena itu, ia menggunkan sihirnya untuk merubah penampilannya sesuai dengan idealnya'
Jadi sekarang, ia- Tidak, aku tidak bisa menggunakan sihir. Ini adalah wajahku di kehidupan baruku.
"Ah... bukankah aku sudah skakmat duluan?"