Setelah pergi dari apartemen Lintang, pria muda itu tak langsung menginjakkan kakinya di rumah. Pikiran Nathan begitu kacau malam ini, tidak hanya malam ini saja. Namun malam- malam sebelumnya juga sama kacaunya, tapi malam ini rasanya sakit sekali. Pria itu memilih menuju sebuah club malam. Mencoba menghilangkan penat di kepalanya dengan meneguk minuman keras itu. Sudah cukup banyak alkohol yang Nathan teguk malam ini, merutuki segala kebodohannya yang mungkin saja tak bisa saja tak termaafkan seumur hidupnya. Fero menggeleng lemah ketika melihat sahabatnya begitu berantakan saat ini. Mereka memang sering untuk sekedar minum bersama namun ia sampai tidak pernah melihat Nathan semabuk ini. "Kau baik- baik saja?" tanya Fero sembari mendudukkan dirinya di samping kiri Nathan yang berada

