Samuel menggeram. "I thought, you already know what my answer is." Jhosua mengembuskan napas berat. "Kau tahu, di zaman sekarang tidak banyak orang yang mau mendonorkan organ; mereka lebih memilih menguburnya. Apalagi ini organ anak-anak. Semuanya masih bagus, terutama kornea dan retinanya. Masih berfungsi dengan baik." "..." "Kau sahabatku. Banyak yang mengantre organ itu, tapi orang tuanya menyerahkan keputusan penuh padaku. Ini beban buatku, Sam. Aku harus teliti menganalisis siapa yang paling layak menerimanya." "Ketebalan kornea mata setiap manusia tidak sama. Kornea mata anak-anak cenderung lebih tipis, itu sebabnya banyak yang mengincar bagian mata anak itu, karena pendonor tidak bisa dari orang dewasa." "Dan kau berencana memberikan mata itu ke Nick? Kau mau Nick mati?!" tebak

