Mata untuk Masa Depan Nickholas

1293 Words

Keesokan harinya, tepat pukul sepuluh pagi, Leo melangkah masuk ke lobi gedung pencakar langit milik Samuel dengan gaya santai yang kontras dengan suasana formal di sana. Hanya berbekal sebuah tas laptop, ia langsung diarahkan menuju ruangan pribadi Samuel di lantai paling atas. Di dalam ruangan, Samuel sudah menunggu bersama Kelvin, asisten kepercayaannya. Wajah Samuel tampak kaku, sementara Kelvin terlihat sibuk menata beberapa berkas yang sebelumnya buntu untuk dipecahkan. "Kau tepat waktu," sapa Samuel singkat sembari memberi isyarat agar Leo duduk di samping meja kerjanya. Leo tidak membuang waktu. Ia membuka laptopnya dan menyambungkannya ke sistem pusat perusahaan setelah Samuel memberikan akses tertinggi. "Mari kita lihat seberapa pintar tikus-tikusmu menyembunyikan remah-remahn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD