Samuel tidak bisa lagi menahan diri hanya dengan menjadi penonton. Ia melangkah perlahan mendekat ke arah dapur, bunyi sepatunya yang beradu dengan lantai marmer membuat Nick menoleh dengan cepat. Tubuh mungil itu seketika menegang, dan ia buru-buru menyembunyikan mangkuk serealnya di balik tubuh, seolah-olah sedang tertangkap basah melakukan kejahatan besar. "Daddy bilang Nick harus mandi dan makan makanan yang sudah disiapkan di meja, bukan mengacak-acak dapur seperti ini," ujar Samuel dengan suara yang diusahakan tetap tenang, meski hatinya terasa remuk melihat lantai yang kini penuh dengan tumpahan s**u. Nick mendongak, matanya yang sembab menatap Samuel dengan penuh tantangan. "Nick tidak mau makan masakan Bibi! Nick bisa buat sendiri sama Moi!" Samuel menghela napas panjang. Ia be

