**************** Interior mobil mewah yang gelap dan sunyi. Udara terasa dingin, kontras dengan ketegangan di antara Sienna dan Samuel. Cahaya lampu jalan sesekali menyapu wajah mereka, memperlihatkan sorot mata yang dingin. "Kamu tunggu di sini." Tatapan mata Sienna membeku, suaranya final dan tegas, membelah keheningan mobil. Nick, anak mereka, terlelap di pangkuannya, meringkuk damai, tak menyadari badai emosi di sekitarnya. "Aku ikut pulang." Samuel menoleh cepat, rahangnya mengeras. "No!." Ia menekan kata itu, seolah melarang adalah satu-satunya benteng yang ia miliki. "Why?" tuntut Sienna, menatap tepat ke mata mantan suaminya. "And why do you want to come?" balas Samuel tajam, menantang penjelasan yang ia tahu tak akan mudah diucapkan. Sienna terdiam. Napasnya tercekat sejenak

