***************** Sinar matahari senja berwarna jingga kemerahan yang dramatis menyelinap masuk melalui jendela mobil mewah yang baru saja dimasuki Sienna. Aroma kulit premium dan parfum maskulin yang familiar langsung menyambutnya, namun suasana di dalam mobil terasa tegang dan mencekik. Di balik kemudi, Malik menatap Sienna dengan tatapan menusuk, menyelidik, dan terluka. Jemarinya mencengkeram erat setir berlapis kulit. “Sesenang itu ya kamu bisa ketemu sama mantan suami kamu,” sindir Malik, suaranya dingin, datar seperti es, sarat kecemburuan yang mendidih tak tertahankan. Sienna membuka maskernya dengan gerakan anggun, membiarkan rambutnya yang indah tergerai. Ia menoleh ke Malik, mendapati gurat kekasihnya itu sedang cemburu. Dan itu, anehnya, membuatnya puas. “Tentu saja. Sama

