Semua Demi Cinta (2)

1829 Words
Tiga hari berlalu tidak begitu terasa karena Zizi melewati hari liburnya bersama keluarga tercintanya. Begitu banyak kegiatan yang Zizi lakukan selama berada dikediaman kakek dan neneknya, ikut pergi ke pasar, pergi ke kebun dan hal-hal lain yang membuat Zizi benar-benar dapat menghapus penatnya selama ini. "kakek, kebun tehnya luas banget, kakek ngurus kebun ini gak sendirian kan?" Tanya Zizi. "Ya enggaklah, ada beberapa orang yang bantuin kakek merawat kebun teh kita ini." Jawab kakeknya. "Entar kalo Zizi udah lulus, Zizi mau bantuin kakek ngerawat kebun teh ini." Seru Zizi tersenyum. "Apapun yang kakek punya itu milik kamu juga, kan cucu kakek yang paling cantik." Goda kakeknya. "hehe.. iya dong kek." Kring...kring... Nada ponsel Zizi tiba-tiba berdering, dengan segera Zizi merogoh ponsel yang ia masukkan kedalam saku celananya. Nomor yang tidak ia kenal tertera diponselnya tengah meneleponnya, Zizi bertanya-tanya dalam hatinya siapakah gerangan yang menghubunginya saat itu. Zizi pun menerima panggilan itu. "halo Assalammualaikum." Sapa Zizi. "walaikumsalam." Terdengar suara seorang laki-laki yang menjawab sapaannya. "ee, maaf ini siapa ya?" Tanya Zizi bingung. "ini Zizi kan? Saya pak Andi." Jawab pak Andi sebagai wakil kepala sekolah bagian kesiswaan di sekolahnya. "oh iya pak ada apa ya kok tumben bapak nelpon Zizi." Tanya Zizi kembali. "gini Zi..." pak Andi mulai menjelaskan maksudnya menghubungi Zizi. Pak Andi meminta Zizi untuk mengikuti kompetisi siswa berprestasi tingkat Kota. Karena menurut pak Andi Zizi mempunyai kemampuan dalam bidang tersebut. Namun, pak Andi juga meminta Zizi untuk datang ke sekolah besok karena banyak hal yang harus dipersiapkan dan Zizi harus menyelesaikan formulir pendaftaran dan memenuhi syarat-syarat yang lainnya, dan kompetisi tersebut akan dilaksanakan tiga hari yang akan datang. "tapi pak, Zizi sekarang lagi di Tawangmangu tempat kakek dan nenek Zizi. terus gimana pak?" Tanya Zizi bingung. "kamu kan bisa kembali ke Bandung, lagian liburan kan masih bisa lain waktu lagi Zi, kesempatan ini tidak datang dua kali. Jadi bapak harap kamu bisa mengikutinya. Bapak tunggu kamu besok disekolah ya." Jelas pak Andi. "baik pak, nanti Zizi bicarain sama orang tua Zizi dulu ya pak." Jawab Zizi. "baiklah, kalau begitu bapak tunggu kabar kamu selanjutnya. Assalammualaikum." Seru pak Andi dan kemudian menutup teleponnya. "ada apa Zi." Tanya kakeknya penasaran. Zizipun menjelaskan siapa yang menelponnya tadi dan apa maksudnya. "wah bagus dong kalau gitu, kesempatan yang sudah ada didepan mata jangan disia-siakan, iya walaupun sebenarnya kakek masih ingin kamu berada disini tapi kompetisi itu juga penting." Jelas kakeknya. "iya kek, ya udah kita sekarang pulang yuk, sekalian biar Zizi cepat bisa bicarain hal ini pada ayah dan bunda." Seru Zizi. Setelah sampai di rumah kakek dan neneknya. Zizi menceritakan hal yang terjadi saat ia berada di kebun kakek tadi, mendengar hal itu ayahnya langsung menyarankan Zizi untuk tetap mengikuti kompetisi yang telah ditawarkan oleh pak Andi. Hari itu juga mereka langsung kembali ke Bandung, Zizi dan bundanya diantarkan ayahnya ke Bandara Ahmad Yani yang ada di Semarang, sehingga mereka akan tiba di Bandung lebih cepat. Sedangkan ayahnya kembali ke Bandung tetap dengan menggunakan mobil yang mereka kendarai saat mereka ke Tawangmangu. Walaupun sebenarnya hati Zizi sangat masih menginginkan lebih lama lagi berada di rumah kakek dan neneknya, akan tetapi ia juga tidak ingin mengecewakan pak Andi yang telah menunjuk dan mempercayainya untuk mewakili sekolah mereka dalam kompetisi tersebut. *** "sudah selesai semua kan pak?" Tanya Zizi. "iya, sudah selesai semua Zi. Selamat belajar ya, saya percaya sama kamu." Seru pak Andi. "iya pak, terima kasih atas kepercayaan bapak, Zizi janji tidak akan mengecewakan bapak." Seru Zizi sambil tersenyum. Tiba-tiba Akbar muncul dengan napas yang masih terengah-engah diselah pembicaraan mereka. "maaf pak, Akbar telat soalnya tadi dijalan macet." Seru Akbar. "iya tidak apa, ayo segera isi formulir kamu, dan cepat selesaikan persyaratan yang lain ya." Seru pak Andi pada Akbar. "ee, maaf pak, Akbar juga ikut kompetisi ini?" Tanya Zizi. "iya Zi, bapak kemarin lupa memberi tahu kamu. Masing-masing sekolah harus mengirimkan dua orang peserta yang terdiri dari satu laki-laki dan satu lagi perempuan." Jelas pak Andi. "oh begitu pak. Baguslah kalau begitu jadi Zizi punya teman." Jawab Zizi. "sebenarnya kemarin bapak memilih kamu dan Alka untuk mengikuti kompetisi ini. Namun sepertinya Alka berhalangan sehingga ia tidak bisa mengikuti kompetisi ini. Oleh karena itu bapak menunjuk Akbar untuk menggantikan Alka." Pak Andi kembali menjelaskan. "apa pak Alka? Berhalangan?" Tanya Zizi bingung. "dia bilang dia sedang sakit." Jawab pak Andi. Mengapa Alka menolak? Apa benar dia sakit? Yah gak jadi deh bareng sama Alka. Pikir Zizi. Tidak lama kemudian Akbar menyelesaikan semua persyaratan. Zizi dan Akbar langsung meminta izin kepada pak Andi untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. Setelah sampai digerbang sekolah Akbar menawarkan pada Zizi untuk mengantarnya pulang ke rumah. "Zi, gue anterin lo pulang ya." Tawar Akbar pada Zizi. "emm makasih bar, tapi kayaknya lain kali aja deh soalnya gue dijemput sama bunda." Jawab Zizi menolak. "oh gitu, yaudah kalo gitu gue pulang duluan ya. Sampai jumpa di hari kompetisi nanti, semoga kita berhasil." Seru Akbar. "amin. Iya hati-hati dijalan ya bar." Seru Zizi sambil tersenyum pada Akbar. "oke sip." Jawab Akbar sambil mengangkat jempol kanannya. *** Malam yang dimiliki setiap insan, bintang bertaburan dilangit, angin berhembus lembut disertai dengan kicauan suara jangkrik. Namun, malam kali ini tidak begitu bersahabat, tidak ada satupun bintang dilangit, angin berhembus dengan kencang menusuk kulit dan tidak ada suara apapun yang terdengar selain suara gemercik air hujan yang menetes di atap rumah Zizi. Zizi telah merebahkan tubuhnya diatas kasurnya, belum tidur, ia masih menerawang kelangit-langit kamar, masih teringat dengan pernjelasan pak Andi tadi siang. Zizi pun menggerakkan jemarinya untuk mengirim sebuah pesan singkat pada Alka malam itu. Al, lo sakit lagi ya? Delivered to : xxxx53677008 Gue sehat2 aja.. Sender : xxxx53677008 Trus knp lo tolak tawaran pk. Andi? Delivered to : xxxx53677008 Gue gk bisa, jd siswa berprestasi itu butuh kemampuan untuk berani tampil didepan umum.. Sender : xxxx53677008 Ya ampun Al, itu kan lo bisa belajar. Gk harus lo bohong kayak gini. Delivered to : xxxx53677008 Lo ikut? Sender : xxxx53677008 Iya pk. Andi jg minta gue. Delivered to : xxxx53677008 Good luck y Zi. Udah dl y gue mau tidur.. Sender : xxxx53677008 Oh iya silahkan Al, makasih y supportnya Delivered to : xxxx53677008 Gue boleh Tanya sesuatu Zi? Sender : xxxx53677008 Boleh, lo mau nanya apa? Delivered to : xxxx53677008 Lo pernah pacaran Zi? Sender : xxxx53677008 Iya pernah. Ad apa kok tumben lo nanya? Delivered to : xxxx53677008 Gk kok cm pengen tau aja, trs skg masih? Sender : xxxx53677008 Udah putus kok. Delivered to : xxxx53677008 Knp putus? Sender : xxxx53677008 Karna salah paham Al, lagian itu waktu SMP jd mash labil, hehe.. Delivered to : xxxx53677008 Trs pacar lo pernah nyuruh lo pake kerudung? Sender : xxxx53677008 Iya gk lah, kan namanya jg masih SMP jd blm kepikiran sampe sana. Emg ada apa sih? Delivered to : xxxx53677008 Udah malem Zi, gue tidur ya.. Sender : xxxx53677008 Iya Al, have nice dream ya. Delivered to : xxxx53677008 Deg.. jantung Zizi berdetak kencang, Alka menanyakan tentang mantan kekasihnya. Zizi bingung dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Alka malam itu. Walaupun ia sama sekali tidak begitu paham dengan maksud Alka mengintrogasinya, namun ia menangkap inti dari pembicaraan mereka melalui pesan singkat adalah Alka kembali berharap agar Zizi mengenakan kerudung. Sesaat kemudian Zizi tersenyum sambil memandangi ponselnya dan kemudian ia terlelap. *** "aduh Zi, dari tadi lo itu mondar-mandir terus, gak ada berhentinya." Seru Akbar. "gue itu nervous tau bar." Jawab Zizi. ia mulai merasa gugup untuk menghadapi tes yang selanjutnya. "nervous kenapa lagi, kita kan tinggal presentasi. Ngerjain soal tertulis udah." "ngerjain soal sama presentasi itu beda bar, kalo soal tinggal kerjain aja tapi kalo presentasi kalo kita gak bisa jawab pertanyaan yang juri ajukan gimana?" Tanya Zizi. "udah mending sekarang lo duduk, terus tenang. Percaya deh sama gue lo pasti bisa. Iya banyak-banyak doa aja." Ucap Akbar. "oke, tenang Zizi. tenang." Ucap Zizi yang mulai berusaha menenangkan pikirannya. Setelah melewati berbagai tes yang harus mereka ikuti, Zizi dan Akbar merasa lega karena mereka telah mengikuti kompetisi tersebut dengan baik. Menang atau tidaknya bagi mereka tidak begitu menjadi masalah yang terpenting mereka telah berusaha semaksimal mungkin. Pengumuman pemenangnya akan diumumkan dalam waktu empat jam kemudian. Karena tidak ingin terlalu lama menunggu ditempat itu tanpa melakukan aktivitas apapun, Akbar memutuskan untuk mengajak Zizi pergi makan siang diluar dan jalan-jalan sembari mereka menunggu hasil pengumuman keluar. "enak gak Zi?" Tanya Akbar. "emm enak banget bar, lo pinter nyari tempat makan." Jawab Zizi sambil mengangkat jempol kanannya. "syukurlah kalo lo suka. Ini tu tempat makan favorit gue dan keluarga Zi, kebetulan tempatnya gak jauh dari lokasi kita lomba." Jelas Akbar. "ooo.. ntar kapan-kapan lo ajak gue makan disini lagi ya,enak banget bar." Pinta Zizi. "oke non." Seru Akbar. Setelah menghabiskan makan siang mereka, mereka pergi menuju kesebuah Mall. Mereka tidak pergi berlanja, melainkan tempat yang mereka kunjungi di mall itu adalah tempat bermain. Mereka benar-benar menikmati permainan-permainan yang ada disana, sehingga tidak begitu terasa waktu berlalu dengan cepat. Jam sudah menunjukkan pukul 15.30 WIB, mereka sudah terlalu lama ditempat itu dan mereka pun memutuskan untuk segera kembali ke lokasi kompetisi yang mereka ikuti. "eh bar, tunggu dulu. Itu ada donat, gue beli donat dulu ya." Seru Zizi ketika melihat sebuah Bakery di mall tersebut. "ya udah tapi bentar aja ya, soalnya ntar kita telat lagi." Seru Akbar. "siap bos!" seru Zizi. Setelah mengantongi satu kotak donat, Zizi dan Akbar pun kembali ke tempat perlombaan mereka. Sesampainya disana, semua peserta sudah berkumpul di gedung aula, hampir saja mereka terlambat. Pengumuman pemenang pun mulai dibacakan, dimulai dari juara harapan I yang jelas bukan nama Zizi dan Akbar yang disebut. Kemudian dilanjutkan dengan penyebutan nama juara ke-III yang dimenangkan oleh Akbar. Mendengar nama Akbar disebut sebagai pemenang juara ke-III, Zizi dan Akbar bersorak gembira. "wah lo menang bar, selamat ya." Seru Zizi dengan girangnya. Kemudian juara ke-II diraih oleh salah satu siswa SMA favorit juga yang ada di Kota mereka. Mendengar pada juara ke-II bukan namanya yang disebut, Zizi sedikit merasa kecewa karena baginya berharap namanya akan disebut pada pemenang pertama kemungkinan yang terjadi sangat kecil. Sehingga membuat ia tidak begitu bersemangat lagi mendengarkan pengumuman tersebut. Master of Ceremony (MC) mulai menyebutkan siapa pemenang pertama pada kompetisi tersebut dan dinobatkan sebagai siswa berprestasi ditahun itu. Zivana Viradita, MC menyebutkan nama Zizi untuk maju kedepan dan menerima hadiah yang telah disediakan. Betapa terkejutnya Zizi ketika mendengar namanya disebut dan dinobatkan sebagai siswa berprestasi ditahun itu, rasanya hati Zizi ingin terbang kelangit yang paling tinggi, ia berhasil menjuarai kompetisi tersebut. Bagaimana tidak, ia menjawab semua soal tertulis yang terdiri dari berbagai mata pelajaran, dengan benar, dari 100 soal yang ia kerjakan hanya ada 4 soal yang ia ragu dalam mengerjakannya. Pada saat presentasi hasil karya dengan dewan juri pun ia sapu bersih semua pertanyaan yang diajukan dewan juri, dan ketika menjawab pertanyaan seputar pengetahuan sosial, Zizi pun menjawabnya dengan fasih dalam Bahasa Inggris. Zizi sungguh merasa bahagia atas keberhasilannya tersebut, kemenangan yang ia peroleh ia persembahkan khusus untuk kedua orang tuanya. Zizi pun pulang dengan kabar gembira.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD