Kondisi Ayah berangsur stabil setelah dipindahkan dari ICU ke ruang rawat inap biasa. Ia masih lemah dan lebih sering tidur, tetapi dokter mengatakan krisis telah terlewati. Ibu, Dara, dan Adnan kini berbagi shift menjaga, kelelahan mereka terobati oleh secercah harapan. Di tengah kelegaan yang rapuh itu, rombongan keluarga besar Ayah datang menjenguk. Dipimpin oleh Tante Rina, diikuti oleh Paman Hasan dan beberapa kerabat lain. Ruangan yang sempit itu langsung terasa sesak oleh aroma parfum mahal dan kritik yang terselubung. Tante Rina menatap Ayah yang terbaring, lalu menoleh ke Ibu dengan tatapan dingin. "Aku sudah bilang, Mbak Irma," kata Tante Rina, suaranya pelan tapi menusuk, "lingkungan di rumah itu tidak steril. Stress itu nyata. Jelas-jelas lingkungan yang tidak kondusif di ru

