"Eh?" wajah Alexa sontak bersemu. Ia ingin menyangkal, namun rasa paniknya membuatnya tidak bisa mengatakan apapun pada Cassie. Untuk sesaat, pikirannya melayang ke momen-momen intim yang telah ia lalui bersama Razor semalam di dalam kamar hotel. Di sisi lain, Cassie menatap sang sahabat dengan tatapan menyelidik. Senyuman nakal tampak mengembang di wajahnya. "Hei, Nona Manja. Kau tidak bisa berbohong padaku. Wajahmu itu sudah mengatakan semua yang ingin aku ketahui." Perlahan, ia mendekat lalu menempelkan telunjuknya ke pipi Alexa, membuat sahabatnya itu merasa semakin malu. "Aku tidak akan melarangmu jika kau benar-benar tertarik padanya. Selain itu, rasanya aku sudah tahu siapa dia. Setidaknya dari setiap jawaban yang telah diberikan Ian padaku." "Kau sudah tahu?" Alexa menatap Ca

