Bab: 58

1718 Words

Pagi itu, mansion terasa asing. Cahaya matahari masuk melalui jendela-jendela besar, menyinari lantai marmer yang masih menyisakan noda darah dan bekas jejak kekacauan semalam. Beberapa perabot tampak bergeser, pecah, bahkan rusak. Aroma logam dan obat-obatan masih samar tercium di udara. Sunyi. Terlalu sunyi untuk sebuah tempat sebesar ini. Langkah kaki terdengar menggema di aula utama. Marko berdiri di tengah ruangan, mengenakan pakaian serba hitam. Wajahnya dingin, matanya tajam mengawasi setiap sudut yang masih berantakan. Di sekelilingnya, para anak buah bergerak cepat membersihkan, mengangkat pecahan, menghapus jejak darah, dan memperbaiki apa yang bisa diperbaiki. “Kalian,” suara Marko memecah keheningan, tegas dan rendah. “Pastikan tidak ada satu pun jejak tersisa.” Salah s

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD