Bab: 26. Gengsi dan Obsesi

1057 Words

Damian menyeret Elena menyusuri lorong belakang mansion menuju sebuah gudang kosong. Langkahnya panjang dan kasar, jemarinya mencengkeram pergelangan tangan Elena tanpa sisa toleransi. Malam itu sunyi, terlalu sunyi, seolah dunia sengaja menutup telinga dari apa yang akan terjadi. Elena menggigit bibirnya kuat-kuat. Ia menahan isak, menahan suara, mengumpulkan sisa keberanian yang masih tersisa di dadanya. Ia tahu, memohon hanya akan membuatnya terlihat lebih lemah. Dan di hadapan Damian, kelemahan adalah dosa. “Sudah kukatakan,” suara Damian terdengar rendah namun penuh tekanan, “jangan pernah menyentuh apa pun yang bukan milikmu.” Elena terseret mengikuti langkahnya, air mata mengalir tanpa suara, membasahi pipinya yang pucat. Dadanya terasa sesak, bukan hanya karena takut, tapi ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD