Hari itu juga Najma tidak pergi ke mana-mana. Dia memilih mengurung dirinya di dalam kamar. Dia tidak ingin pergi keluar rumah dan bertemu siapa-siapa, yang Najma inginkan hanya sendirian. Keinginannya untuk sendirian membuat Najma mengunci pintu rumah neneknya agar Liana tidak bisa masuk. Keinginan untuk bertemu Ibrahim hari itu juga harus Najma kubur karena dia terlalu sedih dan malu untuk bertemu dengan Ibrahim dalam keadaan yang kacau. Mata yang bengkak karena menangis, siapa yang berani bertemu seseorang dengan kondisi seperti itu. Najma tidak mengerti kenapa dia bisa menangis dan sesedih itu hanya karena ucapan bibinya. Tapi, semua yang diucapkan bibinya memang benar. Sangat benar hingga terasa sangat sakit. Kenyataan memang kadang sesakit itu bukan? Seharian di rumah h

