Melihat bagaimana Ibrahim berjalan di jalan yang berlumpur membuat Najma hanya bisa menggigit bibir bawahnya. Dia terharu melihat Ibrahim yang berkorban demi dirinya. Jika saja di sini hanya ada mereka berdua, Najma ingin mengatakan jika dia sangat menyukai Ibrahim. Najma tidak berani menatap wajah Ibrahim saat ini. Najma hanya bisa menunduk menatap kakinya yang sekarang memakai sendal Ibrahim. Sendal Ibrahim yang sekarang Najma gunakan tidak sebesar yang dia bayangkan. Dan sendal Ibrahim ternyata senyaman sosoknya. Najma ingin terkekeh dengan bayangan-bayangan di kepalanya namun langsung ditahannya karena sadar suasana yang terlalu sunyi. Tidak ada yang berbicara sepatah kata pun, Liana bahkan diam-diam saja yang membuat Najma semakin segan untuk bersuara bahkan menanyakan keadaa

