Bab 31 : Mimpi Berulang

1446 Words

Aku membuka mataku. Tempat tidur ini terasa asing. Sambaran petir menggelegar di luar sana, hujan badai menerpa mencipta derau bising di telinga. Rasa kantuk masih tersisa. Batinku tak rela beranjak keluar dari selimut tebal yang membungkus tubuh. Tapi perasaanku benar-benar tidak mengenakkan. Mataku gagal menemukan keberadaan Rena. Ke mana gadis itu pergi? Ada sesuatu yang tidak beres. Detak jantungku berdengup kencang tanpa sebab. Pandanganku mengamati hujan badai di luar jendela. Kilatan cahaya dari sambaran petir sesekali menerangi lapangan kecil di kejauhan. Salah satu petir menyambar di tengah danau, dekat menyentuh garis cakrawala. Kilat cahaya menyinari segala sesuatu. Dedauan bergoyang diempas angin, papan penunjuk jalan bergoyang-goyang, serta sesosok manusia berjalan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD