Bab 21 : Menagih Janji

1176 Words

“Mau tidur sampai kapan?” Suara Gicchi sontak membuatku terperanjat bangun. Otakku sempat berhenti dari proses berpikir. Segala kegilaan tentang serangan alien terhenti entah sejak kapan. Apa itu kenangan dari masa depan? Atau hanya sebatas bunga mimpi? Mungkin ada baiknya aku menanyakan itu secara langsung kepada Rena. Tapi gadis di hadapanku saat ini bukanlah Rena. Rambut Jingga kemerahan dia terlihat bergelombang. Bagian ujungnya  memecah menjadi dua dan diikat oleh pita. Gadis itu berkacak pinggang seraya mengukir senyum lebar. “Uhh… terima kasih sudah membangunkanku, Gicchi.” “Siap-siap yah, kakek menunggu kalian di ruang tamu.” “Oke,” jawabku singkat. Pandanganku lanjut memindai seisi kamar. Pikiranku kembali terpusat pada Rena. Gadis itu terlihat duduk menyendiri mengha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD