Bab 41. Panggil Saya Nanna

1058 Words

"Cantiknya!" Entah sudah berapa kali Leonor melontarkan kata pujian itu pada Reina yang diawasinya dari jarak tiga meter. Mata ambernya berbinar melihat gadis kecil itu yang terus saja berceloteh, mengajak mengobrol Bik Wati yang mendampinginya. Leonor mengusap ujung matanya yang basah. Haru dan lega yang dirasakannya membuat matanya digenangi air tanpa disadarinya. "Lihatlah, Carlista!" Leonor mengalihkan tatapan pada asisten pribadinya yang mendampinginya pagi itu. "Perempuan yang sedang bersama Fendy itu adalah menantu saya. Dia adalah istri dari Damian. Sangat cantik, kan?" tanyanya tanpa menatap lawan bicaranya. "Putra saya sangat bodoh, meninggalkannya demi seorang jalang yang tidak berarti apa-apa." Leonor menggeram, kedua tangannya terkepal di atas meja. Dia meminta Fendy me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD