Ruangan berwarna putih di seluruh sisinya ini terasa hening. Di ranjang rawat rumah-sakit di dalam ruangan ini, seorang wanita tua terbaring disana. Dengan alat pernapasan yang membantunya dan jarum infuse yang menancap pada punggung tangan keriputnya. Semua orang yang ada di ruang rawat ini terdiam. Memperhatikan wanita tua yang mereka sayangi terbaring lemah. Penyakitnya kambuh lagi. Max menghela napas perlahan, dia terus menggenggam tangan keriput neneknya. Wajah Max yang tampan terlihat gelisah. Bahkan Shayla, tidak melihat cengiran konyol atau senyum sok tampan dari Max lagi. Wajah lelaki itu sendu, dan terlihat sangat khawatir. Rasa bersalah memenuhi relung hati Shayla. Setelah mengucapkan bahwa dia ingin membatalkan pernikahan dengan Max, nenek Max pingsan tak lama setelah

