Angela membuka sedikit pintu kayu dihadapannya ini. Senyum manisnya lantas mengembang ketika melihat sang kakak, Angelo, sedang sibuk dengan laptop-nya. Angelo terlihat tampan dengan ekspresi seriusnya serta kacamata yang membingkai mata indahnya. "Selamat malam Mr. Angelo Seansya." Angela mengetuk pintu, kemudian membukanya lebih lebar. Mendengar suara lembut yang akrab itu, Angelo sontak mendongakkan kepalanya. Lantas tersenyum ketika mendapati sang adik ternyata sudah sampai di Indonesia. "Jam berapa kamu sampai?" Tanya Angelo. Angela yang akhirnya melangkah mendekat, lalu melingkarkan kedua tangannya di leher Angelo, memeluk kakak kembarnya dari belakang. "Kakak macam apa yang enggak punya inisiatif untuk jemput adiknya sendiri?" bukannya menjawab, Angela malah menyindir Angelo.

