ELEVEN

1620 Words

Kelopak mata Max membuka perlahan ketika dia mendengar seorang wanita bersenandung. Max memiringkan tubuhnya kearah kanan, dan pada saat itu juga matanya yang tadi sangat mengantuk, terbuka lebar. Shayla duduk didepan meja rias, membelakangi-nya. Merias diri sambil bersenandung kecil. Tapi yang membuat rasa kantuk Max hilang, karena menatap punggung indah Shayla yang ter-ekspos sempurna karena desain gaun yang dipakai wanita itu. "Mau kemana kau?" Max bertumpu pada siku tangan kanannya untuk duduk. Oh sial, kepalanya terasa pusing dan tenggorokannya begitu kering. Melihat suami-nya sudah bangun, Shayla tersenyum tipis, kemudian membuka kulkas kecil yang tersedia di kamarnya. Shayla mengambil botol air mineral, lalu menyodorkannya pada Max. Max menerima botol air mineral itu dan lan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD