Siang ini Arsa terlihat sedikit pucat dan lemas, ia merasakan perutnya tidak seperti biasanya, seperti ada yang mengaduk-aduknya. Bahkan tadi pagi dirinya sempat memuntahkan isi perutnya di dalam kamar mandi, dan ia juga merasakan kepalanya yang sedikit pusing. “Bapak, baik-baik saja?” tanya Sony sambil meneliti wajah bossnya. “Sepertinya saya masuk angin,” jawab Arsa sambil memijit pelipisnya. “Apa perlu saya panggilkan Dokter Faisal, Pak?” tanya Sony kembali. “Tidak perlu,” tolak Arsa. Lalu Sony kembali terlihat sibuk memeriksa dokumen yang berada di atas meja CEOnya. Dan tak lama kemudian Rudi memasuki ruangan Arsa setelah dirinya mengetuk pintu terlebih dahulu. “Di luar ada tamu atas nama Bapak Sandy, yang katanya pengacara dari Ibu Alka ingin bertemu dengan Anda,” kata Rudi.

