Saat ini Abizar sedang berada di dalam ruangan Arsa dan duduk berhadapan sambil menatap mata adik iparnya itu dengan tatapan tajam. Wajahnya terlihat tegang dengan rahang yang sudah tampak terlihat mengeras. “Kamu ingat pesan saya sama kamu dulu, sewaktu pertama kali kamu menemui saya untuk meminang adik saya?” tanya Abi dengan tatapan tajam tepat pada manik mata Arsa. Arsa diam mematung sambil sedikit menundukkan kepalanya, pria tampan berkacamata itu tidak menjawab semua ucapan dari kakak iparnya, yang saat ini sedang duduk di hadapannya. “Sudah berapa kali kamu membuatnya terluka? Saya rasa ini yang terakhir kalinya kamu menyakitinya,” ucap Abi sambil menghela napas panjang, “Jika kamu benar-benar mencintainya sesuai dengan ucapanmu dulu, saya mohon, biarkan dia bahagia!” lanjutnya,

