Sedangkan laki-laki yang berada di hadapannya melihatnya sambil memicingkan matanya, ia penasaran dengan berita yang baru saja Sofia dapatkan melalui ponsel. “Jangan berekspresi berlebihan seperti itu,” ucapnya sambil terus tersenyum lebar yang menunjukkan gigi putihnya. “Ada apa sebenarnya?” tanya Haris pada akhirnya, karena dirinya sudah tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya. “Bukan apa-apa, hanya telepon dari seorang kenalan yang sudah seperti abang sendiri,” jawab wanita cantik berambut blonde itu dengan santai, lalu ia pun menyesap capucino latenya. Hatinya merasa seperti akan meledak karena terlalu bahagia. “Gue tahu siapa lo. Gue peringatkan lagi, jangan pernah macam-macam.” ucap Haris dengan rahang yang sudah mengeras. Dirinya sudah curiga sejak awal pembicaraan Sofia denga

