Alka tampak masih menundukkan kepalanya dan memainkan jemarinya. Gadis cantik itu tidak berani menatap mata tajam pria yang sedang duduk di hadapannya. “Mas nggak perlu khawatir, Alka akan bilang jika Alka yang ingin membatalkan pertunangan ini. Mas tenang aja, semua alasannya ada di Alka,” ucapnya denngan sendu sambil menatap sekilas wajah cinta pertamanya yang sekarang sudah menjadi tunangannya. Dirinya sudah memegang sendok untuk menyendok bubur yang berada dipangkuannya. Setelah suapan pertama masuk ke dalam mulutnya, ia pun mengunyahnya dengan perlahan. Gadis bersurai hitam itu makan dalam isakannya. Arsa mendengarkan ucapan sang tunangan yang semakin melantur, membuat ia kembali mengeraskan rahangnya. Dengan menghela napas panjang dan menghembuskannya dengan keras berharap rasa

