Arsa yang sudah bisa meredakan emosinya, kini kembali terpancing oleh wanita yang sejak dulu selalu mengganggu ketentraman hidupnya. Lelaki itu yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya akhirnya bertanya pada tunangannya. “Kamu melepas cicin pertunangan kita?” tanya Arsa tanpa menoleh. “Iya …!” jawab Alka singkat. Saat ini dirinya malas berdebat dengan pria yang berada di sebelahnya. Ia takut jika perkataannya bisa membuat Arsa kembali emosi. Gadis itu terlihat sedang meremas kedua tangannya yang berada di atas pangkuan. “Kenapa? Apa karena kamu ingin membatalkan pertunangan kita?” tanya Arsa kembali bernada dingin. “Aku hanya mengikuti apa kata, Mas! Secepatnya aku akan bicara sama Mami,” ucap Alka sambil menundukkan kepalanya. Arsa yang mendengar jawaban dari Alka hanya

