Alka Berubah

1422 Words

Alka memang bisa tersenyum, tapi tidak dengan hatinya. Apalagi jika sudah larut, ia akan kembali meneteskan air matanya. Ia harus menyiapkan hatinya lebih dulu, jika hasil dari penyelidikan yang dilakukan oleh keponakannya memang benar semuanya. “Kamu bilang jika dia sudah tidak bisa masuk ke dalam perusahaanmu lagi, ternyata kamu bertemu dengannya di rumah sakit. Apa kamu takut ketahuan olehku, Mas? Aku sudah keluar dari perusahaanmu sesuai yang kamu mau, sekarang kamu sudah bebas untuk bertemu dengannya, hiks ... hiks,” ucap Alka pada dirinya sendiri sambil terisak-isak. Saat ini Alka benar-benar sibuk dengan pemikirannya sendiri. Menurutnya, demi menyelamatkan karir dan perusahaannya, juga nama baiknya, akhirnya tunangannya itu sudah menentukan pilihannya. “Apa kamu sudah memikirkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD