Sisi lain Wiliam

385 Words
Ruang dokumen Kaisar sunyi, hanya diterangi cahaya lilin yang berkelip di atas meja kayu besar penuh gulungan naskah dan segel kerajaan. Aroma tinta dan perkamen memenuhi udara, menciptakan suasana yang berat dan penuh rahasia. Tidak ada kerumunan bangsawan atau prajurit; hanya beberapa penjaga setia berdiri di sudut ruangan, menjaga keheningan. Pintu kayu berderit pelan saat William masuk. Langkahnya bergema di lantai batu, menandakan keberanian sekaligus ketegangan. Ia berhenti di hadapan meja Kaisar, lalu menundukkan kepala dalam hormat. Sang Kaisar, dengan jubah sederhana namun berwibawa, menatapnya tajam dari balik tumpukan dokumen. “Yang Mulia,” suara William terdengar mantap meski hatinya bergejolak, “hamba datang untuk menerima hukuman. Sebagai ksatria bangsawan, hamba tidak akan menghindar dari tanggung jawab.” Kaisar menutup gulungan naskah di tangannya, lalu bersandar. Keheningan menggantung, seolah ruangan itu sendiri menunggu keputusan. Di balik tatapan Kaisar, tersimpan dilema antara keadilan yang harus ditegakkan dan kemungkinan memberi kesempatan untuk penebusan. “Beri kami ruang dan waktu!” perintah implisit dari Kaisar Fore. Para penjaga saling berpandangan, lalu segera meninggalkan ruangan, menutup pintu berat di belakang mereka. Kini hanya ada dua orang, Kaisar Fore dan William, dalam ruang yang seakan terputus dari dunia luar. Keheningan semakin pekat. Kaisar Fore menutup gulungan naskah di tangannya, lalu bersandar. Tatapannya menusuk, seolah hendak menembus hati sang ksatria. William mengangkat wajahnya, suara mantap namun penuh kesadaran akan nasib yang menanti. “Darimana kamu semalam?” Kaisar Fore bertanya dengan tekanan “Maafkan hamba yang mulia, saya tidak akan mengulangi nya” alih-alih menjawab, Wiliam justru meminta maaf Kaisar menarik napas panjang, menimbang antara keadilan yang harus ditegakkan dan kemungkinan memberi kesempatan untuk penebusan. Dalam ruang dokumen yang terisolasi, keputusan ini akan menjadi rahasia yang hanya diketahui oleh mereka berdua setidaknya untuk saat ini. "Ikuti aku" Kaisar Fore akhirnya memutuskan # Mereka sampai di kamar pribadi Kaisar Fore Tanpa basa basi Kaisar Fore mencium Wiliam sambil menelanjangi nya. Setelah Wiliam telanjang bulat ia tangannya kemudian diikat di ujung ranjang Kaisar Fore "Semalam aku mencari mu kemana-mana tapi tidak ketemu, ini hukuman mu karna bersembunyi dariku Wiliam" Kata Kaisar Fore sambil menelanjangi diri sendiri sampai telanjang bulat. Setelah Kaisar Fore telanjang bulat ia kemudian merentang kan kaki Wiliam dan mulai menjilati lubangnya. Setelah lubang Wiliam basah kuyup Kaisar Fore langsung mengisinya dengan ularnya "A-aaaahhhh" Wiliam mendesah keenakan menerima ular Kaisar Fore
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD