Pelajaran

399 Words
"Telanjang lah!" Wiliam memerintah kan Oliver. Oliver menurutinya, ia segera melepaskan pakaian nya satu persatu hingga akhirnya ia telanjang bulat. "Kenapa kamu langsung melaksanakannya?" Tanya Wiliam "Karna ini wajar Pak, biasanya atasan saya sering meminta saya telanjang untuk mengecek perkembangan otot saya sekaligus mengecek kesehatan saya" Jawab Oliver Wiliam mengangguk, lalu ia pun ikut melepaskan satu persatu pakaiannya hingga telanjang. "Pa-pak apa yang anda lakukan?" Oliver bertanya bingung , bukannya menjawab Wiliam malah mendekati Oliver dan berbisik ditelinganya. "Aku akan membuat mimpi mu jadi nyata" Wiliam kemudian mencium Oliver, bibir Oliver refleks membalas ciuman itu. Wiliam menuntun Oliver untuk berlutut,didepannya Oliver Ular Wiliam tegak sempurna "emut!" Perintahnya. Oliver kemudian mulai mengulum Ular Wiliam. "Kau tahu tidak semua yang keluar dari ular kita itu kencing, kalau teksturnya kental itu namanya a******i, dan a******i akan keluar jika kau merasa puas" Wiliam memberi keterangan pada Oliver saat ia menglum ular Wiliam. 30 menit kemudian "mmmm"" "Telan!" Wiliam o*****e saat Oliver mengulum ularnya. Oliver ingin melepaskan emutannya tapi kepalanya ditahan oleh Wiliam dan jadilah Oliver meminum a******i Wiliam. "Hah" Oliver mengambil napas setelah meminum a******i Wiliam. "Enak? " Tanya Wiliam Oliver masih menyesuaikan napasnya, tapi Wiliam langsung mencium Oliver dan mulai menggendongnya. Setelah itu "A-aaaahhhhh" Oliver mendesah panjang saat ular Wiliam menerobos dirinya. 15 menit mereka bertahan diposisi itu lalu mereka ganti ke gaya doggy 2 jam berlalu. "A-aaaahhhhh" Oliver kembali mendesah panjang saat ular Wiliam muntah didalamnya. Setelah itu mereka ambruk bersamaan. Oliver yang kehabisan tenaga langsung tertidur, Wiliam ikut tidur tanpa melepas ularnya dari gua Oliver. Keesokan harinya Mentari pagi menyinari benteng Kekaisaran, menandai berakhirnya malam yang singkat di penginapan. Suara lonceng tugas bergema, memanggil setiap prajurit dan ksatria untuk kembali ke barak mereka. Oliver, dengan langkah cepat, menuju asrama prajurit. Di sana disiplin adalah hukum tertinggi: senjata harus diasah, barisan harus tegak, dan laporan tugas menanti. Meski tubuhnya masih terasa letih, ia membawa semangat baru, seolah malam itu memberinya kekuatan untuk menghadapi kerasnya kehidupan militer. William, sang ksatria, berjalan dengan tenang ke asrama para bangsawan tempur. Jubahnya berkibar, pedang berhias lambang Kekaisaran tergantung di pinggang. Ia tahu, rapat para ksatria senior menanti, membicarakan strategi dan kehormatan. Namun dalam hatinya, ia membawa ketenangan dari pertemuan singkat dengan Oliver—sebuah jeda dari rutinitas penuh tekanan. Di gerbang penginapan, keduanya berpisah. "Terimakasih Pak" Ucap Oliver "Aku akan mengunjungi mu sesekali" Jawab Wiliam Mereka berpisah dengan saling memberi hormat
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD