"Huaa. Kasian banget Auris, kalau Auris kenapa-napa gimana? Hiks, kita nggak jadi punya adek ni kayaknya. Huaa." Adel menangis dengan kencang, sampai-sampai orang-orang yang berlalu lalang melirik Adel. "Huss, nggak boleh ngomong gitu." Sahut Anara dengan kesal. Mereka semua masih saja menunggu Auris di luar ruangan pemeriksaan. Anara dan yang lainnya juga menangis, hanya saja mereka sudah berhenti sejak tiga puluh menit yang lalu. Berbeda dengan Adel yang masih saja menangis tidak berhenti-henti. "Lo nggak usah nangis, penyebab Auris sampai begini aja nggak nangis." Sindir Bella pada Yusuf yang duduk tepat di depan mereka. Yusuf yang mendengar semua itu hanya diam. Saat ini kepalanya hanya fokus pada Auris, mereka sudah menunggu hampir satu jam, tapi Dokter yang memeriksa Auris tid

