Komen perparagraf ya gengs. Soalnya akhir-akhir ini aku agak malas lanjutin ceritanya. Makasih ya udah selalu dukung aku. Semoga cerita ini dapat menghibur kalian. Jangan lupa vote ya. Makasih sekali lagi :) *** Deg. Deg. Deg. Jantung Yusuf langsung mencelos. Ia hanya berdiri kaku dengan teh nya yang sudah jatuh mengenai lantai yang dingin. Tidak mungkin, Yusuf bahkan belum sampai lebih satu jam meninggalkan Auris. Tapi kenapa Auris tiba-tiba meninggal. Tanpa menatap Mia lagi, Yusuf langsung berlari memasuki ruangan Auris. Dan ruanganya kosong tidak ada penghuni. Jika Auris benar-benar meninggal, kenapa Yusuf tidak di beritahu? "Lo di mana?" Yusuf menepuk dengan kasar kasur itu. Rasa panas menghujam matanya, matanya memerah. Air mata pun mengalir di matanya, entahlah kenapa Yus

