Leon melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena tuannya yang sedang duduk kursi belakang ingin segera tiba di rumah sakit. Adrian duduk di kursi belakang dengan gelisah karena ingin segera bertemu dengan Ratna, setelah mengetahui fakta yang sebenarnya membuatnya semakin merasa bersalah. "Leon ..." panggil Adrian pada orang kepercayaannya itu. Leon seketika menatap ke belakang melalui kaca spion depan, lalu kembali fokus pada jalanan yang tengah ia lalui. "Iya, Tuan." "Kenapa Sisil sama Ibunya bisa sejahat itu sama Ratna? Bukannya Ratna adalah Adik kandungnya Sisil? Sebagai keluarga mereka harusnya saling menyayangi. Tapi kenapa Sisil ingin sekali menjatuhkan Adiknya sendiri, itu benar-benar sangat tak masuk akal?" "Menurut informasi yang saya dengar, Ratna adalah anak yang tid

