Taruhan

1656 Words

            "Zian!!!”Pekik Renata memeluk Zian dari belakang yang sedang berkutat dengan masakannya di dapur. "Masak apa?”             Zian bergidik dengan pelukan Renata. Ia melepaskan kedua tangan gadis itu dari pinggangnya. "Bisa enggakk lo jangan peluk-peluk gue? Risih tau.”             "Risih apa malu?” Zian menatap Renata galak. "Lo masuk kamar sekarang, sebelum gue panggil lo jangan keluar.”             Renata mengerutkan alis. "Kok gitu?”Zian menatap datar dan Renata mengerucutkan bibir seraya berkata. "Iya deh gue masuk kamar. Masak yang enak ya suamiku.”Kata Renata mengecup pipi suaminya dan segera berlari sebelum Zian protes.             sambil tertawa Renata berjalan menuju kamar. Ia suka melihat Zian yang sering jengah melihatnya atau kesal dengan tingkah laku dirinya ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD